Tembus Tiga Digit Kasus Baru, Satgas Penanganan Covid-19 Upayakan Kerja Sama Pentahelix

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Bali sekaligus Sekretaris Penanganan Covid-19 Bali, Made Rentin sampaikan perkembangan penanganan Covid-19, Jumat (19/3/2021) di Four Star By Trans Hotel Denpasar

KBRN, Denpasar : Lonjakan kasus baru Covid-19 patut diwaspadai masyarakat. Fluktuasi beberapa hari terakhir di Provinsi Bali meningkat tajam. Sehingga perlu dukungan berbagai lini untuk memutus penyebaran virus corona.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Bali yang juga Sekretaris Penanganan Covid-19 Bali, Made Rentin kepada awak media ditengah pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan di Four Star By Trans Hotel Denpasar, Jumat (19/3/2021) menjelaskan, kolaborasi pentahelix perlu dukungan bersama baik unsur pemerintah, akademisi, peneliti, mayarakat, dunia usaha, dan media.

“Bencana adalah urusan semua orang. Peran media juga penting untuk sosialisasi dan edukasi sehingga upaya memutus penyebaran covid-19 dapat ditekan,” ungkap rentin.

Lebih jauh Kalaksa BPBD Provinsi Bali, Made Rentin menjelaskan lonjakan kasus baru patut mendapat perhatian serius. Pemerintah saat ini tengah fokus untuk memutus mata rantai penyebaran dengan menerapkan beberapa kebijakan. Penanganan diujung hingga pangkal diharapkan menjadi cara tepat untuk memutus kasus baru.

“Dihulu kita tingkatkan ketaatan protokol kesehatan, dan kembali melakukan karantina terhadap Orang Tanpa Gejala atau Gejala ringan (OTG-GR). Sementara dihilir kita optimalkan treatment usada arak yang diklaim efektifitasnya mencapai 88%,” tegas Rentin.

Penanganan kasus konfirmasi baru kembali menerapkan karantina terpadu sejak 1 Maret 2021 lalu.

“Pembiayaan bersumber dari APBD kabupaten/kota,” imbuhnya.

Meski kasus baru terus bertambah namun Sekretaris Penanganam Covid-19 mengklaim bahwa penanganan kasus di Provinsi Bali terbilang baik. Hal itu ditunjukkan dengan data tingkat kesembuhan mencapai angka 93%.

“Provinsi Bali paling berat merasakan dampak pandemi Covid-19 daripada provinsi lain. Namun penanganan yang dilakukan sudah baik,” pungkas Kalaksa BPBD Bali, Made Rentin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00