Terkait Gugatan Nasabah Kasus Penggelapan Deposito, BPR Bank Buleleng 45 Akan Ikuti Proses Hukum

Dirut BPR Bank Buleleng 45, Nyoman Suarjaya saat memberikan keterangan terkait kasus penggelapan deposito nasabah dihadapan sejumlah awak media, Jumat (19/3/2021)

KBRN, Singaraja : Dengan adanya gugatan dari warga masyarakat menyangkut pencairan deposito di BPR Bank Buleleng 45, pihak lembaga keuangan ini akan menunggu keputusan dari Pengadilan Negeri Singaraja.

Dirut BPR Bank Buleleng 45, Nyoman Suarjaya, Jumat (19/3/2021) menjelaskan, kasus penggelapan deposito dua nasabah yang melibatkan oknum karyawan BPR Bank Buleleng 45, permasalahannya sudah berlangsung empat tahun lalu atau tepatnya tahun 2017. Kini pelaku masih menjalani hukuman di Lapas Kelas IIB Singaraja.

Karena kasus penggelapan dana deposito yang merugikan dua nasabah itu sudah memasuki ranah hukum, maka pihak pengacara kedua nasabah tersebut mengajukan tuntutan pengembalian uang deposito kepada BPR Bank Buleleng 45.

Mengingat kasus tersebut dilakukan oleh oknum karyawan dengan cara tidak menyetorkan uang deposito ke lembaga, sehingga menurut Suarjaya pihaknya tidak harus menanggung kerugian dua nasabah dimaksud.

Dengan kasus yang telah berlangsung tahun 2017 lalu dan kini mencuat kembali, Dirut Nyoman Suarjaya mengaku akan menunggu hasil proses hukum dari Pengadilan Negeri Singaraja.

“Kami akan mengikuti proses hukumnya, apapun yang menjadi keputusan nanti ya tentunya itu yang akan kita hormati. Pada kesempatan ini juga kami sampaikan kepada masyarakat jangan pernah takut, kalaupun nanti proses hukumnya ini sudah inkrah, mempunyai kekuatan hukum tetap, yang terjelek pun bank harus membayar, bank akan membayar,” tegas Suarjaya.  

Dirut BPR Bank Buleleng 45, Nyoman Suarjaya juga berencana akan melakukan gugatan balik awak media yang sudah mencemarkan nama baik lembaga keuangan yang dipimpinnya. Dengan adanya informasi pencemaran nama baik tersebut telah menimbulkan keresahan para nasabah sehingga mereka melakukan konfirmasi ke pihak bank bersangkutan.    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00