Pembinaan Olahraga di Buleleng Ikuti Dinamika Perkembangan Covid-19

Ketua KONI Buleleng : Pembinaan Olahraga di Buleleng tunggu instruksi dari Gubernur Bali

KBRN, Singaraja: Pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) sangat berpengaruh besar pada semua kegiatan pembinaan atlet. Banyak cabang olah raga (cabor) yang tidak bisa melakukan proses pelatihan peningkatan kemampuan atletnya. Peringatan pemerintah terkait dengan pembatasan fisik dalam rangka pencegahan penyebaran corona, juga menyebabkan atlet tidak bisa lakukan aktifitas diluar rumah dengan leluasa.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng, sampai saat ini pun masih belum bisa berbuat banyak terkait proses pembinaan, baik secara pembiayaan juga secara aktifitas. Sebelumnya, anggaran pembinaan atlet di Gumi Panji Sakti  juga mengalami refocusing, sehingga banyak kompetisi olahraga daerah atau provinsi berhenti. Demikian dituturkan Ketua KONI Buleleng, Nyoman Arta Widnyana kepada RRI, Senin (6/7/2020).

Disinggung perihal penerapan tatanan kehidupan baru di Bali yang rencananya akan dibuka 9 Juli mendatang, Ketum KONI Buleleng belum bisa memastikan pembinaan olahraga seluruhnya dapat berjalan normal. Meski di tingkat nasional Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) telah menurunkan draf protokol kesehatan untuk aktifitas olahraga.

“Olahraga tidak bisa berjalan sendiri, kita ikuti istruksi dari pusat. Seandainya pun dibuka pasti ada batasan-batasan. Saat ini kita akan tunggu keputusan dari Gubernur Bali apakah sektor olahraga akan dibuka juga,” ungkapnya.

Ketum KONI Buleleng Arta Widnyana juga mengakui ditengah pandemi, beberpa cabor sudah  ada yang memulai pelatihan secara bertahap. Seperti cabor yang menggunakan sarana diluar fasilitas Pemerintah Buleleng. Meski dilematis namun Arta Widnyana tetap mengingatkan untuk tiap cabang olahraga tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Kita akui ada beberapa cabor sudah mulai pembinaan yang lepas dari monitoring kita mengingat cabor tersebut tidak memanfaatkan prasarana olahraga milik pemerintah. Namun demikian kita pastikan untuk pengurus mau melakukan penerapan protokol kesehatan sehingga pembinaan tetap berjalan namun aman dari Covid-19,” tegas Arta Widnyana.

Nantinya seluruh pembinaan olahraga di Bali Utara ini akan dimulai secara bertahap mengikuti dinamika perkembangan Covid 19 di Buleleng dan arahan ditingkat nasional dan provinsi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00