Gembleng Karakter Building Tim FORKI Buleleng, Program P2M Undiksha Berhasil Angkat Prestasi Karateka Buleleng

KBRN, Singaraja: Kurangnya penyatuan visi-misi bagi rating karate yang bernanung di bawah Pengkab Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Buleleng membuat prestasi olahraga beladiri  asal Jepang ini sempat mengalami stagnan diajang olahraga multi event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali yang menjadi barometer tertinggi pembinaan olahraga di Pulau Dewata.

Dilihat dan ditinjau  kurun waktu 4 tahun ke belakang dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 prestasi cabang olahraga Karate di Kabupaten Buleleng menurun sangat drastis bahkan dinilai anjlok dari kreteria penilaian KONI Buleleng. Penurunan prestasi tersebut diyakini disebabkan kurangnya penanaman mental karakter pada Karateka Buleleng. Hal tersebut diungkapkan Dosen Fakultas Olahrag dan Kesehatan (FOK) Undiksha Singaraja, Kadek Yogi Parta Lesmana, Selasa (3/12/2019) pagi.

Melihat permasalahan yang dialami Pengkab FORKI, Yogi Parta yang juga Mantan Atlet Nasional sekaligus saat ini menjabat sebagai pelatih Karate meyakini faktor penanaman karakter berpengaruh terhadap hasil prestasi karateka Buleleng di Ajang Porprov Bali.

“Sangat jauh berbeda karakter atlet di tahun sebelumnya, ini dikarenakan kemunduran dan tidak mengangggap pentingnya lagi hirarki karate yang sudah ditanamkan sejak dulu, salah satu contoh; tidak sigap tanggap untuk bisa menhormati pelatih, senior dan sesama, tidak menanamkan jiwa sumpah karate,” ungkapnya.

Alasan tersebutlah yang menginisasi Yogi Parta Lesmana untuk melaksanakan program Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) Undiksha Singaraja dengan memberikan Pelatihan dan Pendampingan Untuk Pembentukan Karakter Para Atlet dan Pelatih Cabang Olahraga Karate di Kabupaten Buleleng sebagai implementasi pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diantaranya adalah Pengabdian Pada Masyarakat.

Parameter keberhasilan Pelatihan dan Pendampingan terhadap para Atlet dan Pelatih Cabang Olahraga Karate terbukti dari hasil Porprov Bali yang berlangsung September 2019 lalu. Cabor yang selama ini meyumbang medali minim kini mampu menyumbang 4 emas, 2 perak dan 5 perunggu dan keluar sebagai juara umum 1 mendominasi Kabupaten Badung dan Kodya Denpasar.

“Menurunnya prestasi FORKI Buleleng beberapa tahun terakhir membuat kami di Undiksha untuk tergerak dengan memberikan Penanaman Karakter yang melibatkan peran TNI, nilai-nilai karakter mulai disiplin, percaya diri, tanggung jawab, semangat, menghargai sesama dan senior dan memupuk jiwa korsa ini ditumbuhkan sehingga penyatuan visi-misi itu jelas yang tujuannya adalah untuk mencapai hasil yang membanggakan,” tegas Yogi Parta Lesmana.

“Hasil dan torehan prestasi Porprov 2019 mengejutkan, hasil pelatihan ini membuat atlet memiliki satu visi misi dan memegang teguh sumpah dan hirarki karate yang selama ini memudar. Ini akan terus kita pelihara sebagai suatu langkah untuk menjaga prestasi cabor karate untuk Kabupaten Buleleng di berbagai event,” imbuh Ketua  Pelaksana P2M Undiksha, Yogi Parta.

Penanaman Karakter menyasar atlet Porprov Karate Buleleng dipusatkan selama lima hari di GOR Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) undiksha dan Sekolah Calon Tamtama (Secata) A Singaraja. Meski dinilai masih minim namun Yogi Parta bersyukur parameter yang dilaksanakan dinilai berhasil.

“Dengan waktu yang singkat hasilnya luar biasa, kita harapkan kedepan ini bisa dilakukan lebih lama untuk hasil yang lebih dari target yang kita pasang” pungkasnya.

Sementara itu, terhadap raihan puncak Pengkab FORKI Buleleng pada ajang pesta olahraga multi event, Manager Tim FORKI Buleleng, Nyoman Omy Anggreni, S.Sos mengapresiasi gagasan yang dilakukan Undiksha melalui program Pengabdian Pada Masyarakat. Dalam proses pembinaan team Karate FORKI Buleleng dari bulan April sudah menjalnkan Training Center (TC) dengan melakukan program diawal mulai pembenahan fisik atlet, disela-sela itu ada pembinaan karakter building yang dalam hal ini, tujuan dari pembinaan karakter menempa mental atlet.

“Kami selaku manager team pelatih punya keyakinan bahwa setelah dilakukan pelatihan mental anak-anak kami punya sebuah keyakinan dalam menjalankan latihan, dan mampu bekerjasama dengan team. Hasilnya sangat luar biasa, dengan program yang diberikan oleh para pelatih dibawah kepala pelatih Kadek Yogi Parta Lesmana, kita berhasil meraih Juara Umum satu pada ajang Porprov di Tabanan,” ungkap Manager FORKI Buleleng, Omy Anggreni.

Atas keberhasilan program yang dilaksanakan Yogi Parta berencana untuk kembali menggelar kegiatan serupa menyasar ranting dan perguruan Karate di Wilayah Buleleng Selatan tepatnya di Kawasan Sukasada, Padangbulia, Ambengan, Panji, dan daerah lainnya. Tujuannya sama yakni untuk menggenjot prestasi dan pembinaan olahraga karate di buleleng.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00