Cari Pengganti Eva Lilian, PR Berat PRSI Buleleng di Porprov Bali 2022

KBRN, Singaraja: Pengkab Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Buleleng benar-benar fokus menyiapkan diri dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV/2022. Persiapan kearah itu terus dikebut pasca perenang andalan Buleleng,  Eva Lilian Van Leenen dikabarkan tidak turun memperkuat Kontingen Buleleng di ajang pesta olahraga multi event.

Mesin pedulang medali itu mengundurkan diri dari list kontingen Gumi Den Bukit setelah menyatakan absen dari seleksi terbuka atlet Porprov Bali yang dilakukan KONI Buleleng.

Sekretaris Umum PRSI Buleleng Setaya dikonfirmasi RRI menyebut alasan tidak tampilnya Lilian karena fokus terhadap keluarga karena sudah menikah. Lebih jauh Setaya menilai, pensiunnya atlet andalan Buleleng bakal berdampak terhadap perolehan medali di Porprov yang akan datang.

“Eva Lilian Van Leenen sudah menikah jadi intensirtas latihan sudah dipastikan berkurang karena fokus terhadap keluarga. Tumpuan medali kita datang dari atlet pelapis sebelumnya,” terangnya singkat.

Dalam hajatan Porprov tahun ini, Sekum PRSI itu menilai berat menunaikan raihan yang sama mengingat saat ini PRSI Buleleng memiliki PR untuk mencari dan mencetak atlet pengganti Eva Lilian. Meski demikian, PRSI Buleleng berkomitmen untuk kembali membawa kejayaan renang Buleleng di tingkat provinsi.

Menyambut perhelatan multi event olahraga bulan November mendatang, kini sebanyak 18 perenang Buleleng masuk dalam tahap desentralisasi. Sebelumnya sudah ada 24 nama yang di petakan PRSI, namun dalam perjalannan kuota kembali diciutkan lagi 25% dari formasi yang diajukan ke KONI Buleleng.

Sekretaris Umum PRSI Buleleng Setaya menerangkan degradasi dan promosi diterapkan dalam penjaringan perenang Buleleng. Hal itu dilakukan untuk memantapkan komitmen dan motivasi atlet untuk membela Buleleng di Porprov nanti. Performa dan prestasi semua perenang penghuni desentralisasi sudah melalui evaluasi yang kemudian akan diputuskan soal nasib atlet apakah tetap bertahan atau digantikan atlet diluar desentralisasi.

“Nanti ada seleksi atlet tahap ke dua dari KONI. Dari 18 perenang dari hasil seleksi pertama kita sudah sampaikan kepada  atlet, pelatih, official dan club kita melakukan degradasi dan promosi. Kita beri kesempatan. Ketika tahap kedua dari 18 atlet ini kalah dengan atlet diluar desentralisasi karena motivasi latihannya tinggi maka atlet luar itu kita ambil, sampai nanti dengan seleksi tahap ke tiga menjelang sentralisasi,” terangnya.

Sekum PRSI Buleleng menambahkan, sistem degradasi dan promosi dalam olahraga terukur penting dilakukan secara obyektif demi perkembangan atlet-atlet muda berbakat. Dengan sistem ini dirinya optimis perenang memiliki motivasi untuk berlatih lebih baik sebelum diputuskan definitive oleh KONI Buleleng

“Seleksi tahap tiga itu final. Siapa yang bakal memperkuat Buleleng. Masih ada kesempatan untuk atlet saling mengejar ketertinggalan. Begitu juga dengan atlet penghuni desentralisasi pasti tidak mau kalah,” ungkapnya.

Kurang dari enam bulan persiapan terus dimatangkan dengan program latihan terukur. PRSI Buleleng memastikan dalam hajatan Porprov nanti kontingen yang diterjunkan hasil penjaringan yang dilakukan secara terukur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar