Atlet Karate Buleleng Ikuti Pendampingan Pembentukan Karakter

KBRN, Singaraja : Seorang atlet bukan saja dituntut mampu menguasai taktik, teknik, kebugaran tubuh, disiplin dan etika, namun yang terpenting adalah bagaimana atlet itu mampu memiliki karakter. Hal itulah perlu ditumbuhkembangkan sehingga seorang atlet tidak akan mudah terombang ambing akan iming-iming pindah kelain hati.

Karater dibutuhkan untuk membentuk seorang atlet profesional dibidang olahraga yang ditekuni. Sejalan dengan hal itulah Fakultas Olah Raga Undiksha Singaraja melalui kegiatan P2M menggelar pendampingan untuk pembentukan karakter para atlet dalam upaya menjaga prestasi pasca pandemi Covid-19 pada cabang olahraga karate di Buleleng.

Ketua panitia kegiatan Made Yogi Parta Lesmana, S.Pd, M.Pd, disela-sela kegiatan Jumat (18/6/2021) siang di Sekretariat KONI Buleleng, mengatakan pihaknya sangat berkepentingan akan kegiatan ini, sehingga para atlet karate mengerti akan tanggungjawabnya sebagia seorang atlet.

Mengapa karate menjadi sasaran utama dalam pembentukan karakter mengingat karate merupakan olahraga contact body sehingga dibutuhkan keseriusan karateka mencintai olahraga yang telah menjadi pilihannya, melalui sumpah karate tentunya karateka mampu tertanam jiwa besar sebagai kohaido.

Forki terdiri dari berbagai perguruan yang memiliki karakter berbeda. Terlebih saat pandemi, karateka khususnya berlatih secara mandiri sehingga melalui kegiatan ini nantinya akan membawa dampak positif dalam membentuk karatekter.

“Untuk membuat karakter di forki Buleleng barang tentunya kita lihat dari beberapa karakter-karakter diperguran yang sangat berbeda diantara perguruan satu dengan lainnya itu tidak menjadi masalah bagi dari undiksah bekerjasama dengan forki untuk menyatukan karakter-karakter yang berbeda ini satu tujuan prestasi forki Buleleng,” ungkap Yogi Parta.

Tahun 2019 lalu ketika berlangsungnya Porprov Bali di Tabanan, Forki Buleleng berhasil keluar sebagai juara umum dengan mengantongi 4 emas, 4 perak dan 1 perunggu. Tentunya prestasi tersebut diraih melalui proses cukup panjang. Dengan prestasi seperti itu tentunya karakter sangat menentukan seperti diungkapkan Ketua Umum Pengkab Forki Buleleng, dr. Ketut Putra Sedana, Sp.Og.

Ia memandang perlu adanya pembinaan karakter, sebab dalam suatu kegiatan dan organisasi apapun karakter akan menunjukkan siapa orang, pelatih dan pendampingnya. Berbicara karate Putra Sedana yakin seyakin-yakinnya karakter akan membentuk mental karateka itu sendiri untuk mencintai daerah melalui fanatik yang ditimbulkan oleh karakter itu sendiri.

“Karater peranannya besar sekali memang dari segi persentase kita tiak bisa nilai kita bisa rasakan kelihatan banyak orang-orang yang prestasi tapi betul ndak dia berprestasi untuk Buleleng, mereka yang memiliki prestasi akhirnya mewakili daerajh yang lain,” jelas Putra Sedana.

Kegiatan pendaampingan pembentukan karakter bagi para atlet karate, berlangsung tiga hari.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00