Skin Care Dari Sampah Organik, Coba Rasakan Manfaatnya

draf

KBRN, Singaraja: Membahas Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng tidak ada matinya jika mengulik ide kreatif sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

Siapa sangka sampah organik yang biasanya dianggap limbah dan dibiarkan membusuk begitu saja, ternyata dapat diolah menjadi produk perawatan kulit (skincare). Seperti yang dikembangkan oleh Kelompok Kubu Ahong Eco Farm.

Ditangan terampil Gusti Ketut Arinadi, limbah organik disulap menjadi produk dengan nilai ekonomi tinggi. Beberapa macam produk skincare yang diproduksi saat ini terdiri dari beberapa macam. Diantaranya sabun mandi, sabun cuci muka, dan pembersih wajah atau toner.

Ketua Kelompok Kubu Ahong Eco Farm Gusti Ketut Arinadi, mengatakan, pemasaran produknya saat ini tak hanya menjangkau pasar setempat, melainkan sudah terjual hingga ke luar kota seperti Denpasar, Jakarta, Lombok, bahkan Papua.

"Untuk skincare saat ini kita sudah ada body wash, facial wash, dan toner dan sejauh ini produk kita sudah masuk ke beberapa daerah, terbaru itu di Papua," kata Gusti Ketut Arinadi.

Adapun bahan baku yang digunakan berasal dari limbah rumah tangga dan pasar yang ada di seputaran wilayah Desa Panji. Untuk memperoleh produk skincare yang berkualitas, Arinadi menyebut jika sampah organik yang digunakan adalah sampah buah seperti pisang, buah jeruk, dan buah lainnya.

Proses pembuatan skincare berbahan sampah organik ini terbilang cukup lama yakni selama 3 bulan. Bahan organik yang diperoleh dipilah terlebih dahulu. Kemudian dibersihkan dan dipotong-potong menjadi lebih kecil.

"Setelah dipotong itu dikasih GMT (gula merah tebu), kemudian difermentasi selama 3 bulan setelah itu sudah bisa dipanen dan diproses menjadi produk skincare," jelasnya.

Arinadi menceritakan jika dirinya bersama kelompok mulai memproduksi skincare sejak awal pandemi. Untuk memperoleh produk yang aman digunakan, memerlukan waktu yang sampai setahun dalam masa percobaan.

"Kita coba dulu sendiri produknya, selanjutnya kerabat keluarga juga nyoba. Akhirnya setelah setahun masa percobaan kita berani untuk launching produk," kata Arinadi.

Lantas, keistimewaan produk skincare yang diproduksi oleh Kelompok Kubu Ahong Eco Farm disebut Arinadi diproduksinya terbuat dari bahan organik yang ramah lingkungan. Sehingga, cocok untuk kulit sensitif karena tanpa menggunakan bahan kimia.

"Malahan residunya itu bisa kembali ke alam, sampai kita bikin jargon itu memurnikan bumi kembali ke alam, untuk daya tahan karena kita seratus persen alami itu tahan kisaran 3 sampai 6 bulan. Untuk harga mulai dari Rp25 ribu hingga Rp30 ribu," imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar