Akses Darat Terputus, Pengantin Terpaksa Naik 'Pedau'

KBRN, Bangli : Hingga kini akses jalan darat yang menghubungkan tiga desa di Kaldera Gunung Batur, Kintamani masih terputus akibat tertimbun material tanah pasca gempa kemarin. Akibatnya, masyarakat terpaksa menempuh jalur Danau Batur untuk keluar desa.

Tidak terkecuali pasangan pengantin asal Desa Abang Batu Dinding yakni I Nyoman Dendana dan Ni Wayan Rus. Mereka harus naik pedau (perahu) saat mepepadik (meminang) mempelai wanita yang asal Desa Suter, Kintamani.

“Karena jalan darat masih tertimbun longsor kami terpaksa naik pedau tadi,” ujar Kelian Banjar Dinas Dukuh, I Nyoman Pineh saat ditemui di lokasi longsoran, Minggu (17/10/2021).

Jelas dia, upacara pernikahan warganya itu dilakukan hari ini, namun musibah berupa gempa bumi keburu terjadi, yang mengakibatkan sejumlah tebing menutupi jalan ke desanya. Namun demikian pernikahan yang telah dirancankan jauh-jauh sebelumnya harus tetap terlaksana.

“Naik pedau dari Abang Batu dinding hingga ke Buahan membutuhkan waktu 30 menit, sementara kalau jalan darat hanya membutuh waktu 15 menit saja,” tuturnya.

Warga lainnya, Jero Ciri menambahkan pihaknya datang dari Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding. Dirinya terpaksa memanfaatkan jalur Danau, karena satu-satunya akses jalur darat tidak memungkinkan untuk dilintasi, serta rawan terjadi longsor susulan.

"Walaupun jalur sudah terbuka, saya masih takut untuk melintas," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00