Bunda PAUD Buleleng Dorong PAUD Bernuansa Hindu di Tiap Kecamatan

KBRN, Singaraja: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai wadah pembentukan mental dan karakter anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar, menjadi ruang strategis untuk menanamkan pendidikan moral dan agama. Untuk itu, Bunda PAUD Buleleng berkeinginan dan mendorong berdirinya PAUD bernuansa Hindu di tiap kecamatan.

“Itu harapan tiyang. Minimal (ada) dalam satu kecamatan, disini (Kecamatan Buleleng) terutama, karena disini kan heterogen ya. Kenapa tidak kita kuatkan Hindu disini,” ucap Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, I Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana, saat menghadiri pelepasan siswa dan pentas gembira PAUD Pratama Widya Pasraman Saraswati Singaraja, Sabtu (28/5/2022) pagi.

“Tiyang harapkan ini bisa berkembang, tentunya tenaga pendidikan dan kependidikannya harus bagus juga, kalau mau sekolah yang berkualitas. Antara orang tua, tenaga kependidikan, pemerintah disini adalah kementerian agama, harus bersinergi untuk mengembangkan menjadi PAUD yang berkualitas, itu harapan tiyang,” imbuhnya.

Guna mewujudkan harapan tersebut, Bunda PAUD yang juga anggota Komisi IV DPRD Bali ini menyatakan siap memberikan dukungan moral maupun materiil.

“Kalau anggota DPR, bisa dalam bentuk hibah dukungannya. Bisa juga nanti pada saat pengajuan, tentunya dilihat juga kewenangannya. Ini kan masih kewenangan beda kan, kementeriannya beda. Nah, tiyang bisa nanti berikan lewat apa,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Sekolah Pratama Widya Pasraman Saraswati Singaraja, Made Olas Astawa mengatakan, diawal berdirinya PAUD yang Ia pimpin sejak tahun 2019 ini sempat dihantam badai pandemi Covid-19. Namun dengan keyakinan dan tekad kuat untuk membangun karakter anak bangsa, pihaknya mampu bertahan, hingga mampu menamatkan 19 lulusan tahun ini.

Made Olas menuturkan, pendidikan di Pratama Widya Pasraman Saraswati Singaraja menerapkan 60 persen kurikulum nasional dan 40 persen kurikulum agama meliputi pendidikan dan praktek agama. Diawal berdiri, PAUD ini hanya memiliki 7 orang peserta didik, kemudian di tahun 2020 meningkat menjadi 8 orang dan terakhir di tahun ajaran 2021/2022 terdaftar 31 orang.

Bersama Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati serta dukungan dari berbagai pihak termasuk orangtua siswa, pihaknya akan segera mendirikan Adi Widya Pasraman, yakni pendidikan setingkat sekolah dasar di tahun ajaran 2022/2023 nanti.

“Pertama SDM kami sudah punya, yang kedua gedung sudah siap. Kemudian yang ketiga usulan secara legal dalam arti usulan SK atas dukungan Kasi Pendag Hindu di Kemenag Kabupaten Buleleng, rekomendasi sudah turun. Bahkan nanti tanggal 10 Juni sudah ada visitasi. Astungkara dalam waktu seminggu lewat, SK itu sudah keluar,” ungkap Made Olas.

Sementara itu Kepala Seksi Pendidikan Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, I Made Suparnada mengatakan, pendirian sekolah berwawasan agama Hindu memiliki peluang yang cukup besar untuk mendapatkan anggaran dari pusat. Namun sesuai regulasi, untuk merealisasikan anggaran tersebut diperlukan wadah berupa lembaga pendidikan yang telah memiliki ijin operasional.

“Karena anggaran yang diberikan oleh kementerian agama itu adalah sepanjang mereka sudah memiliki ijin operasional. Dan perlu digarisbawahi, sesungguhnya bantuan itu diberikan bukan kepada yayasan, itu kepada sekolah yang dibentuk. Jadi itu aset sekolah yang bisa dipakai,” terang Suparnada.

Acara perpisahan siswa kelompok A dengan kelompok B Pratama Widya Pasraman Saraswati Singaraja dimeriahkan acara panggung gembira menampilkan tarian dan hiburan bertema "Dari Anak, Oleh Anak, Untuk Anak". Kegiatan ini bertujuan untuk melatih mental anak-anak, memicu rasa bahagia sesama teman melalui atraksi, mendidik sikap jujur, sopan, berkarakter dalam berinteraksi sosial, serta menjalin hubungan persatuan dan kesatuan antar orang tua, guru dan siswa.    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar