Mengenal Keberadaan Karang Rupit di Desa Temukus

Makam Karang Rupit

KBRN, Singaraja: Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng memiliki keunikan tersendiri selain, selain memiliki tugu peninggalan Belanda juga memiliki setra Karang Rupit.

Desa Temukus keberadaannya beda dengan desa-desa lainnya yang ada di Kabupaten Buleleng. Salah satu keunikan dimiliki desa yang berada disebelah barat 15 kilometer Kota Singaraja.

Disamping memiliki sejarah keberadaan Tugu Belanda yang saat ini masih berdiri kokoh juga adanya Setra Karang Rupit, keduanya ada di Banjar Dinas Labuhan Aji, Desa Temukus.

Seperti yang dituturkan Kelian Desa Adat Temukus, Jro Made Sukarta, Desa Adat ini memiliki empat banjar terdiri dari Banjar Tengah yang berada di pusat desa, Banjar Pegayaman, Banjar Labuhan Aji dan Bingin Banjah.

Desa Temukus memiliki dua kuburan yaitu Setra Karang Rupit Kuburan ini khusus dipergunakan untuk mependem. Setra Karang rupit ini dulunya berada di pulau kecil sebelah utara Desa Temukus.

“Awal mula kuburan atau setra karang rupit yang ada di desa adat temukus khusus untuk umat Hindu kuburannya itu ada dua, pertama bernama kuburan serta karang rupit yaitu khusus untuk kuburan dipergunakan untuk mependem atau metanem. Terkait nama Karang Rupit itu tidak terlepas dengan adanya pulau kecil yang ada disebelah utara Desa Temukus yaitu dulunya merupakan pulau kecil didalam penuturan orang tua kita,” ungkapnya, Kamis (17/6/2021).

Setra Karang Rupit yang dulunya berada di pulau kecil sebelah utara Desa Temukus yang kini telah hilang akibat terkikis oleh air pasang dan dipindahkan sebelah barat Pura Labuhan Aji kata Klian Adat Made Sukarta. Konon ada bangunan sejenis los yang dipergunakan bagi pengusaha untuk kapal berlabuh.

Pada saat kami menulis dan mencoba kedalam buku beliau sudah mengatakan bahwa setrenya itu bernama setra karang rupit tidak terlaps dengan adanya pulau kecil.

Didalam setra karang rupit pertama ada pohon pohonan bahkan ada los atau sejenis bangunan yang peruntukkan oleh pengusaha untuk kapal berlabuh untuk menaik turunkan barang baik barang yang akan diangkut maupun yang akan dibawa wilayah Buleleng.

Sedangkan setra yang satunya adalah namanya setra Langkeng yang berada di belakang Kantor Kepala Desa Temukus. Setra Langkeng ini ucap Klian desa Adat Jro Made Sukarta yang mantan Guru SMP Negeri 3 Banjar diperuntukkan khusus upacara mebakar, apabila masyarakat dalam melaksanakan upacara pitra yadnya hanya mependem atau metanem dilaksanakan di Setra Karang Rupit.    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00