2 Nelayan Tewas Ditembak di Perairan Sinabang, Polisi Asumsikan Pelaku OTK

KBRN, Sibolga : Polairud Polres Sibolga telah memintai keterangan dari anak buah kapal (ABK), korban insiden penembakan di wilayah perairan Pulau Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh.

Kasat Pol Air Polres Sibolga, AKP Marudur Sihombing mengatakan, interogasi dilakukan terhadap Maruli Hutahaean dan Pendi Pasaribu.

Berdasarkan pengakuan dari kedua ABK warga Kabupaten Tapanuli Tengah itu, kata Marudur, tidak satupun ABK mengenal pelaku penembakan.

Dikarenakan pada saat kejadian, Sabtu (3/10/2020) sekitar pukul 03.00 Wib, KM Kasih Sayang dan KM Tiur sedang lego jangkar di perairan.

Tiba-tiba kedua kapal nelayan asal Kota Sibolga itu dihujani peluru, sehingga para ABK berusaha menyelamatkan diri dengan menjauhi kapal dari arah tembakan.

Namun akibat insiden tersebut, dua ABK tewas serta satu diantaranya kritis setelah terkena terjangan timah panas.

“Satu korban atas nama Putra usia 36 tahun, anak buah kapal. Dan Asfuri alias Kuya usia 33 tahun, mrupakan Nahkoda KM Kasih Sayang. Korban yang kritis adalah Irfan Nasution, sedang dioperasi di Rumah Sakit Adam Malik, Medan,” ungkap Marudur kepada awak media di kantornya, Senin (5/10).

Berdasarkan keterangan tersebut, untuk sementara Polres Sibolga berasumsi penembakan dilakukan oleh OTK (orang tak dikenal).

Selain belum ditemukan adanya sisa proyektil peluru pada tubuh korban maupun di kedua kapal yang ditumpangi para ABK.

“Tidak bisa kita pastikan dikatakan instansi atau apa. Jadi, untuk sementara kami berasumsi masih disebut dengan kata OTK,” sebut Marudur.

Untuk proses pnyelidikan lebih lanjut, kata Marudur, Polairud Polres Sibolga telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Aceh.

Hal ini dikarenakan lokasi kejadian berada di wilayah perairan Provinsi Aceh.

“Sudah ada telepon ke kita dari pihak Aceh, justru itu makanya kita ambil tindakan untuk interogasi. Biar satu jawaban semua dengan kondisi,” jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00