Rutan Kelas II B Sipirok Lakukan Diversi Anak

KBRN, Tapsel : Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sipirok Sumatera Utara, Jum’at, (17/9/2021) melaksanakan Diversi pada sistem Peradilan Pidana Anak dengan menyerahkan satu orang anak yang ditahan di Rutan Kelas II B Sipirok kepada orang tuanya.

Karutan Sipirok Jepri Ginting,And.IP, SH, MM  yang diwakili Julfriadi Bancin (Komandan Jaga) usai menyerahkan A (17) yang tersangkut kasus penyalahgunaan Narkoba kepada orang tuanya mengatakan, penyerahan itu sesuai amanat dalam Perma (Peraturan Mahkamah Agung) 4 Tahun 2014

Karutan Jepri Ginting mengatakan usai pelaksanaan Diversi ini kepada wartawan menjelaskan bahwa

“Diversi diberlakukan terhadap anak yang telah berumur 12 (dua belas) tahun tetapi belum berumur 18 (delapan belas) tahun atau telah berumur 12 (dua belas) tahun meskipun pernah kawin tetapi belum berumur 18 (delapan belas) tahun yang diduga melakukan tindak pidana,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, hal tersebut merupakan wujud Keadilan Restoratif sebagai tujuan pelaksanaan Diversi pada sistem Peradilan Pidana Anak.

Disebutkannya, sebelumnya pihak Kejaksaan Negeri Tapsel membawa satu orang tahanan anak dari Rutan Kelas II B Sipirok pada sidang pada Pengadilan Negeri Padangsidimpuan.

Dari hasil sidang pengadilan memutuskan untuk mengeluarkan anak dari Rutan (Rumah Tahanan) untuk ditempatkan bersama orang tuanya selama proses diversi, terhitung sejak tanggal 17 September 2021.

Karutan Jepri Ginting menambahkan Diversi ini merupakan salah satu bentuk mekanisme Restoratif Justice, sehingga diversi khususnya melalui konsep Restoratif Justice menjadi suatu pertimbangan yang sangat penting dalam menyelesaikan perkara pidana yang dilakukan oleh anak.

Dalam pelaksanaannya anak dibawah pengawasan orang tua serta pemerintah setempat ataupun kepala desa.

Jika kesepakatan diversi tidak dilaksanakan sepenuhnya oleh para pihak berdasarkan laporan dari Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan, maka Hakim melanjutkan pemeriksaan perkara sesuai dengan Hukum Acara Peradilan Pidana Anak.

” Hakim dalam menjatuhkan putusannya wajib mempertimbangkan pelaksanaan sebagian kesepakatan diversi,” jelas Jepri Ginting.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00