Lanjuti Kasus Penghinaan Profesi Wartawan, Polisi Ambil Keterangan Saksi

KBRN, Sibolga : Polres Sibolga telah memanggil Dua wartawan, Hasrul Azis Sikumbang (Kabiro Warta Poldasu) dan Thomson Pasaribu (MOL), untuk dimintai keterangan, terkait laporan kasus penghinaan profesi wartawan yang dilakukan Edward Lumbangaol, oknum humas proyek pembangunan Pasar Sibolga Nauli.

“Kami berdua sudah dimintai keterangan sebagai saksi oleh polisi. Benar bahwa oknum humas itu (Edward) telah mengeluarkan kata-kata kotor, hingga menyebut wartawan t**k, wartawan abal-abal dan wartawan ujung-ujungnya duit,” kata Hasrul Azis Sikumbang diamini Thomson kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Menurut Hasrul, penghinaan profesi wartawan terjadi saat mereka mendatangi lokasi proyek pembangunan Pasar Sibolga Nauli, Senin (19/7/2021)  lalu. Oknum humas proyek (Edward Lumbangaol) melarang wartawan untuk masuk ke lokasi proyek.

Hasrul menjelaskan, saat kejadian itu Edward Lumbangaol secara terang-terangan melarang wartawan masuk ke lokasi pasar, sambil menunjuk tulisan pasal 551 KUHP yang ditempel di pintu masuk Pasar Sibolga Nauli.

“Gak boleh masuk, itu ada tulisannya. Dilarang masuk, termasuk wartawan tak boleh. Kalau tidak izin saya, tak boleh masuk. Tak boleh, titik, udah,” kata Hasrul menirukan Edward.

Disebutkannya, sempat terjadi adu mulut saat ditanyakan tentang alasan pemasangan tulisan pasal 551 KHUP di lokasi itu.

"Namun dia (oknum Humas) tetap bersikukuh dengan pernyataannya “Tak boleh masuk," ujar Hasrul.

Bahkan kata dia, Edward malah balik bertanya apa urusan wartawan datang ke lokasi proyek, serta melontarkan kata-kata dengan nada tinggi menghina profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Selain itu Edward juga mempertanyakan legalitas wartawan yang datang ke lokasi proyek dan menyebut wartawan yang datang merupakan wartawan abal-abal.

Hasrul-pun menambahkan, Edward Lumbangaol selaku oknum humas proyek pembangunan Pasar Sibolga Nauli diduga telah melakukan pelanggaran terhadap pasal 18 ayat (1) UU Nomor 40/1999 tentang Pers.

Hasrul juga berterimakasih terhadap respon pihak kepolisian resor Sibolga kasus yang kini menindak lanjuti kasus penghinaan profesi wartawan ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00