Kumpas Tumpas Soroti Jumlah Honorer “Gemuk” di Pemkot Sibolga

KBRN, Sibolga: Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kupas Tumpas menyoroti banyaknya jumlah tenaga honorer di lingkungan Pemeritah Kota Sibolga.

Kupas Tumpas membeberkan bahwa sekitar 40 miliar rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sibolga, yang terserap per tahun untuk menanggulangi gaji ribuan tenaga honorer.

Ketua DPD LSM Kupas Tumpas Sibolga-Tapanuli Tengah, Parulian Sihotang menilai, kebijakan ini belum sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ia beranggapan, jumlah tenaga honorer yang melebihi porsi akan berpotensi melemahkan etos kerja para Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Karena banyaknya tenaga honorer dan ditambah ASN di setiap OPD, sehingga mereka tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Ini mubazir,” ujar parulian di Kantor Kesekretariatan DPD LSM Kupas Tumpas Sibolga-Tapanuli Tengah, Kamis (25/2/2021).

Selain itu, Parulian juga mengungkapkan, 60 persen dari 2 ribuan tenaga honorer di Pemkot Sibolga berasal dari luar daerah.

“Setidaknya setengah dari jumlah tenaga honorer itu adalah putra daerah. Bukan sebaliknya malah dari daerah lain yang diutamakan. Ini, bisa jadi kesenjangan sosial,” tegasnya.

Menurut Parulian, banyaknya jumlah tenaga honorer itu harus segera dievaluasi untuk meringankan beban APBD Sibolga.

Ia berharap permasalahan ini menjadi pertimbangan untuk ditindaklanjuti oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota baru, yang terpilih pada Pilkada 2020 lalu.

“Kita patut menyampaiakan terimakasih dan apresiasi atas kepemipinan pak Syarfi (Wali Kota periode 2016-2021). Tapi disi lain, beliau kecolongan dalam hal perekrutan tenaga honorer di setiap OPD. Beliau tidak mengkroscek situasi tenaga honerer yang sebenarnya dibutuhkan,” ucapnya.

“Untuk itu, kita berharap kepada pemerintahan baru di bawah kepemimpinan pak Jamaluddin Pohan dan Pantas Maruba Lumban Tobing akan melakukan terobosan baru untuk efisiensi anggaran, serta melakukan pengurangan tenaga honorer yang melewati batas kewajaran,” imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00