Wujudkan Masyarakat Siaga Tsunami dan Gempa, BMKG Helat SLG di Wilayah Rawan Sumut

KBRN, Sibolga : BMKG melalui Stasiun Geofisika Deli Serdang mengadakan kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) di salah satu wilayah rawan Sumatera Utara (Sumut) yakni Kota Sibolga pada tanggal 1 hingga 2 Juli 2022. Sebanyak 58 peserta turut dalam kegiatan ini yang berasal dari lintas instansi, masyarakat serta stakeholder kebencanaan.

"Provinsi Sumatera Utara pada umumnya dan Kota Sibolga pada khususnya merupakan salah satu wilayah yang rawan gempabumi dan tsunami. Gempabumi yang terjadi di wilayah ini, selain dipicu oleh aktivitas subduksi, juga dipengaruhi oleh keberadaan aktivitas sesar Sumatra segmen Toru," kata Kepala Stasiun Geofisika Deli Serdang, Agus Riyanto saat menyampaikan laporan panitia kegiatan, Jumat (1/7/2022) di Aula kantor Walikota Sibolga.

Menurut Agus Riyanto, sebagai daerah pesisir, di Sibolga terdapat beberapa objek wisata yang membuat tingkat risiko terhadap bencana khususnya gempabumi dan tsunami menjadi tinggi.

"Namun demikian tingkat risiko tsunami tersebut dapat dikurangi dengan meningkatkan kapasitas pencegahan dan kesiapsiagaan Pemerintah Kota Sibolga, Akademisi, Dunia Usaha, Media dan masyarakat sekitar dalam menghadapi bencana tersebut," ujarnya.

Dikesempatan sama, Deputi Bidang Geofisika BMKG Suko Prayitno menyebutkan, sinergitas masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi situasi kerawanan bencana gempa dan tsunami, di picu aktivitas kegempaan di segmen toru yang ada di wilayah ini. 

"Kami siap membantu pemerintah Sibolga memberikan pendampingan mewujudkan masyarakat siaga gempa bumi dan tsunami lewat kegiatan mitigasi kebencanaan. Dengan membangun kesiapan siagaan kita lebih merasa lebih aman di daerah kita ini," kata Suko Priyatno lewat komunikasi video zoom.

Ditempat yang sama, Walikota Sibolga melalui Wakil Walikota Sibolga, Pantas Maruba Lumbantobing berharap SLG yang dilaksanakan semakin mendorong masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan bencana.

"Harapan kami sekolah lapang gempa bumi ini para peserta dapat mengadopsi kemudian di aplikasikan kepada masyarakat. Pengalaman bencana yang pernah terjadi dapat menjadi pengingat agar kita selalu waspada bencana," ucapnya.

Sementara Anggota Komisi V DPR RI Jhoni Alen Marbun saat membuka SLG mengatakan, sebagai mitra kerja BMKG dirinya terus mendorong upaya-upaya pencegahan pada lini kebencanaan. Pemerintah dan stakeholder terkait selanjut diminta selalu tanggap menyikat situasi maupun potensi-potensi kebencanaan yang kapan saja bisa terjadi terutama di Sibolga yang tercatat sebagai wilayah rawan gempa dan tsunami.

"SLG ini merupakan salah satu ikhtiar untuk memperkuat dan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah sekaligus membangun sikap tanggap gempabumi dan tsunami bagi masyarakat serta sekolah yang berada di wilayah potensi gempabumi dan tsunami untuk mewujudkan masyarakat siaga tsunami atau tsunami ready community di Kota Sibolga," kata Jhoni Alen yang selanjutnya turut memasang peta kebencanaan secara simbolis di depan kantor walikota Sibolga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar