KKP2B Gelar Workshop Bertema Lestarikan Penyu Demi Anak Cucu

KBRN, Tapteng : Pelestarian penyu demi anak dan cucu menjadi topik utama pada workshop yang di gelar Kelompok Konservasi Penyu Pantai Bandang (KKP2B).

Pertemuan ilmiah ini di helat langsung di pusat KKP2B yang baru diresmikan di desa Makarti Nauli Kecamatan Kolang Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Kamis (13/1/2022).

Menghadirkan pemateri dari Dinas Kelautan Dan Kelautan Tapteng dan Penggiat konservasi, workshop menekankan pentingnya peran bersama dalam menjaga dan melestarikan penyu dan ekosistem sekitarnya yang semakin rawan punah dan rusak.

"Penyu saat ini menjadi hewan yang dilindungi secara global. Kelestariannya menjadi kado bagi anak dan cucu kedepannya, kita memiliki peran mensosialisasikan kepada masyarakat lainnya," kata Edward Bangun, Kabid Tangkap DKP Tapteng.

Dia juga menegaskan larangan keras terkait pemanfaatan reptil termasuk produk-produk turunan penyu yang wajib dipahami.

"Tidak hanya dilarang secara undang-undang dengan hukum pidana lima tahun dan denda ratusan juta. Banyak kasus mengkonsumsi penyu berakibat keracunan bahkan meninggal dunia," ujarnya.

Sementara itu Rahman Maulana Harahap penggiat konservasi dari Horas Diving Club (HDC) memaparkan standar-standar teknis saat bertemu dengan penyu maupun dengan sarang penyu dalam upaya konservasi penyu yang sedang di gawangi KKP2B.

"Yang harus di pahami penyu adalah hewan yang memiliki insting tinggi dan tidak mudah untuk kita temukan. Saat menghadapinya tetaplah mengikuti pedoman-pedoman konservasi," sebutnya.

"Jagalah pantai tetap bersih tidak buang sampah sembarang, jadilah wisatawan yang bijak dan ramah terhadap satwa laut. Berkomitmen tidak mengkonsumsi telur penyu, membeli daging, karapas serta bagian tubuh penyu lainnya," katanya menambahkan.

Sebelumnya ketua KKP2B Parningotan Pandiangan saat seremoni pembuka workshop berharap para peserta sama-sama berkontribusi dalam langkah-langkah konservasi penyu yang sedang dikampanyekan.

"Ini bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan," katanya.

Terpisah Koordinator program konservasi penyu Yayasan Menjaga Pantai Barat (Yamantab) Dian Iradhani meminta ilmu yang diperoleh dalam kegiatan workshop dapat di implementasikan dalam beraktivitas setiap hari.

"Kami berharap peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan memperoleh pemahaman yang baik mengenai penyu," katanya.

Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Desa Rawa Makmur Pinonta Sinaga dan Kepala Desa Makarti Nauli Nasrul Parhan yang bersama mengapresiasi aktivitas konservasi penyu di wilayah tersebut, sekaligus menyatakan dukungan moral kampanye pelestarian penyu untuk anak dan cucu kedepannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar