Sartika Simamora Tebarkan Konsep Hu Haholongi Do Ho

KBRN, Tarutung: Ketua TP. PKK Tapanuli Utara  Ny. Satika Nikson Nababan menjadi pembicara pada Seminar ‘Feminisme dan Kepemimpinan Perempuan di Indonesia’ sekaitan dalam memperingati Hari Ulos sedunia, bertempat di Gedung Kesenian Sopo Partungkoan Tarutung. 

Seminar yang diprakarsai oleh Gema Karya Taput ini dibuka oleh Wabup Sarlandy Hutabarat, SH, MM didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Parsaoran Hutagalung dan beberapa pimpinan Perangkat Daerah,Wakil Ketua TP. PKK Ny. Marsaulina Sarlandy Hutabarat, para perempuan dari berbagai profesi, organisasi dan komunitas serta beberapa stakeholder.

Satika Simamora Ketua TP. PKK, Bunda PAUD Taput, Yayasan Kanker Indonesia Taput dan Ketua Dekranasda Taput mengawali dengan melantunkan lagu yang berjudul ‘Hu Haholongi Do Ho’ untuk menggugah peserta sekaligus menjadi topik paparannya saat itu.

“Semoga dengan adanya seminar ini menjadi titik awal untuk perubahan lebih baik, kedepannya kita harapkan kaum perempuan menjadi saluran kasih bagi sekitar kita. Lakukan hal yang positif dalam kehidupan kita, pasti akan memunculkan ‘Feminisme yang Seksi’. Sebagai ibu rumahtangga, perempuan harus menjadi panutan bagi anaknya agar generasi muda kita memiliki pikiran positif,” ujar Satika Simamora.

Dikatakan,kepemimpinan itu adalah bagaimana kita bisa memberikan solusi dalam kehidupan. Menjadi pemimpin harus dengan kasih sayang dengan cara menjukkan Apresiasi, tawarkan bantuan, bersikap fleksibel dan pengertian, siap untuk mendengarkan serta berikan pelatihan sesering mungkin.

Dalam kesimpulan paparannya, Ketua TP. PKK menjelaskan bahwa pemimpin tidak harus seorang laki-laki saja tetapi peran kepemimpinan seorang wanita di era modern ini juga sangat dibutuhkan kiprahnya organisasi dipimpin oleh laki-laki.

Perkembangan zaman yang modern ini juga menuntut wanita untuk mampu menjadi seorang pemimpin dimana wanita dan pria memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, tidak selamanya wanita selalu dengan sikap feminisme dan pria dengan sikap maskulin namun ketika perempuan memimpin juga memiliki sisi feminisme dan maskulin.

Oleh karena itu laki-laki dan perempuan harus berjalan selaras dan saling mendukung ibarat kepala dan leher. Hidup itu simpel, yang penting kita berpikir dan berbuat positif karena pertanggungjawaban kita langsung kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya maka kita harus siap atas apa yang akan terjadi pada kita, biarlah kehendak Tuhan yang terjadi. Hidup ini perlu berserah diri, berdoa dan tetap fokus untuk melakukan sesuatu yang positif. Kita harus mampu memberikan solusi atas permasalahan di sekelilingnya, lakukan apa yang dapat kita lakukan demi kebaikan, jadilah saluran berkat yang dilatar-belakangi oleh rasa sayang,” tutupnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00