Mobil Penyelamat Disiapkan Beroperasi di Kawasan Konservasi Satwa Liar Kabupaten Palas

KBRN, Palas : Satu unit mobil penyelamat satwa jenis Toyota Hilux Single Cabin disiapkan beroperasi di kawasan konservasi satwa liar Kabupaten Padang Lawas (Palas).

Mobil penyelamat satwa yang dilengkapi kandang satwa dan peralatan penyelamatan senilai Rp 430 juta ini, bakal berpatroli dilokasi konservasi yang merupakan habitat gajah dan harimau Sumatra serta hewan liar lainnya.

Kendaraan tersebut sumbangsih PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, guna mendukung Sanctuary Harimau Sumatra Barumun. Di donasikan kepada Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan (YPBMM), yang sejak tahun 2015 mengembangkan Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS) Palas.

"Dukungan kendaraan ini untuk menunjang kegiatan penyelamatan satwa sehingga tingkat keanekaragaman hayati tetap tinggi dan mampu terus menopang masyarakat dan kehidupannya," kata Direktur External Relations PTAR, Sanny Tjan saat penyerahan kendaraan secara simbolis pertengahan Agustus 2021 lalu.

"Parts atau aksesoris mulai dari kandang harimau, radio komunikasi, full-set tenda kanvas pelindung kandang, jaring pelindung satwa (animal net) terpasang dalam kendaraan tersebut. Spesifikasi sudah sesuai Peraturan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem agar upaya penyelamatan Harimau Sumatra berjalan baik," ditambahkan Sanny.

Sanny mengungkapkan dukungan kepada YPBMM ini berawal dari kerja sama pelepasliaran harimau Sumatra Sri Nabila ke Taman Nasional Gunung Leuser pada tanggal 3 November 2020 silam. PTAR melanjutkan kemitraan dengan YPBMM dengan melaksanakan konservasi harimau Sumatra.

Sementara itu Pembina YPBMM, Biksu Nyanaprathama Mahasthavira menyampaikan terima kasih atas dukungan serta motivasi baik dari Pemerintah maupun PT Agincourt Resources. 

“Semoga melalui dukungan ini tujuan kita melakukan konservasi bisa tercapai khususnya dalam rangka menyelamatkan satwa harimau di Barumun Sanctuary," kata Biksu. 

Program konservasi harimau Sumatra yang dikelola YPBMM dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem No: SK.373/KSDAE/SET/KSA.2/9/2016 tanggal 30 September 2016 perihal Penetapan Suaka Satwa Harimau Sumatra Desa Batu Nanggar, Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas. Berdasarkan persetujuan tersebut kegiatan konservasi berada dalam koordinasi penuh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara yang memiliki program penyelamatan, rehabilitasi dan pelepasliaran Harimau Sumatra (Panthera Tigris). 

“Semoga serah terima kendaraan ini bisa bermanfaat optimal dan maksimal untuk konservasi hari ini dan ke depan, harapannya bukan hanya harimau tapi satwa liar lain juga bisa diselamatkan,” sebut Kasubbag Data Evlap dan Kehumasan BBKSDA Sumatra Utara, Andoko Hidayat  tandas Andoko secara terpisah.

Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono menambahkan bantuan yang diberikan merupakan salah satu upaya PTAR dalam mendukung serta memperkuat pengelolaan keanekaragaman hayati di Sumatra Utara. ”Ini adalah bukti komitmen kuat PTAR pada keberlanjutan lingkungan, dengan menjaga kelestarian flora dan fauna, khususnya konservasi hewan langka di Sumatra Utara,” ucap Katarina.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00