Curah Hujan Tinggi Ancam Kelangsungan Usaha Produksi Ikan Asin 

KBRN, Sibolga : Curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini dikeluhkan sejumlah nelayan pengelola ikan asin di Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, pasalnya, curah hujan yang tinggi itu mengancam kelangsungan usaha mereka, yang selama ini masih mengandalkan terik matahari dalam  memproduksi ikan asin atau ikan teri.

"Kalau hujan terus, bisa-bisa seminggu lamanya baru (ikan) kering," ujar M.Ridwan seorang nelayan pengelola ikan asin di Pondok Batu Sarudik Tapteng, Kamis (30/06/2022).

Tidak hanya lamanya waktu pengeringan yang diresahkan pengelola ikan asin kata M. Ridwan, namun kualitas ikan asinpun menjadi kurang baik akibat proses pengeringan yang lambat itu, juga berpotensi memberi kerugian bagi nelayan 

"Kalau keringnya lambat dan tidak tepat waktu, sudah pasti mutunya sangat berkurang, dan ini kerugian buat kita," tambahnya.

Di tempat terpisah, Swardin nelayan pengelolah ikan asin di Lubuk Tukko Pandan juga mengaku curah hujan yang tinggi belakangan ini sangat mengganggu usaha mereka.

"Bagaimana tidak mengganggu, kalau hujan tiga hari saja, ikan (asin) tak kering-kering malah jadi busuk dan berulat," kata Swardin.

Swardin juga mengaku, nelayan pengelola ikan asin di daerah ini masih mengandalkan sinar matahari dalam proses pengeringan.

"Sudah pasti namanya pengrajin ikan (asin) disini bergantung dengan sinar matahari," sebutnya.

Disisi lain, Darmawan pemerhati ekonomi di Sibolga Tapteng mengatakan, sudah saatnya pemerintah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah mendorong nelayan pengelola ikan asin di kedua daerah ini untuk melakukan modernisasi produksi ikan asin mengingat produk ikan asin dari kedua daerah ini memiliki prospek pasar yang baik.

"Pemda harusnya menjadikan ikan asin ini sebagai produk unggulan. Tetapi mereka (pengelola ikan asin) harus didorong untuk modrenisasi dalam berproduksi," ucap Darmawan.

Modernisasi produksi itu kata Darmawan dapat dilakukan dengan pemberian bantuan berupa alat pengering ikan kepada nelayan pengelola ikan asin.

"Boleh saja dalam bentuk blower (alat pengering) atau dengan memberikan bantuan berupa lampu yang memiliki pengaturan suhu panas," kata Darmawan.

Dengan peralatan itu kata dia, nelayan pengelola ikan asin di Sibolga Tapteng, tidak lagi sepenuhnya bergantung pada panas terik matahari dalam berproduksi dan ini kata Darmawan, dapat menyelamatkan nelayan pengelola ikan asin dari kerugian.

"Namun pengelola (ikan asin) harus pula siap untuk membayar kredit atau cicilan jika Pemda memberi peralatan itu, sebab tak mungkin pula peralatan yang lumayan mahal itu diberikan secara cuma-cuma," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar