Sibolga-Padangsidempuan-Gunungsitoli Kompak Alami Inflasi pada April 2022

KBRN, Sibolga: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sibolga mengonfirmasi terjadi inflasi secara bersamaan di tiga kota wilayah kerja (Wilker) nya Sibolga, Padangsidempuan, dan Gunungsitoli pada April 2022.

Dalam keterangan tertulisnya, BI Sibolga mencatat Sibolga mengalami inflasi sebesar 0,38 persen, Padangsidempuan 0,78 persen, dan Gunungsitoli 0,22 persen.

Komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Sibolga yakni rokok kretek filter 0,345 persen, mie 0,152 persen, dan minyak goreng 0,151 persen.

Untuk Kota Padangsidimpuan, komoditas utama penyumbang inflasi yakni minyak goreng 0,313 persen, kontrak rumah 0,183 persen, dan rokok kretek filter 0,111 persen.

Sedangkan di Kota Gunungsitoli, komoditas penyumbang inflasi didominasi angkutan udara dengan andil sebesar 0,171 persen, disusul bahan bakar rumah tangga 0,129 persen, dan ikan tongkol 0,106 persen.

Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan harga dan memiliki andil deflasi di Sibolga yakni cabai merah sebesar -0,517 persen, tomat -0,244 persen, dan ikan tongkol -0,241 persen.

Kondisi serupa terjadi di Kota Padangsidimpuan, cabai merah memiliki andil deflasi -0,198 persen, tomat -0,108 persen, dan telepon seluler -0,037 persen.

Kemudian, di Gunungsitoli, cabai merah juga turut andil menyumbang deflasi sebesar -0,318 persen. Dan, menyusul komoditas lainnya yaitu minyak goreng -0,238 persen, ikan asin teri -0,148 persen.

Secara umum, inflasi di tiga kota tersebut dipicu oleh kenaikan harga komoditas pada kelompok transportasi, perumahan, dan bahan bakar rumah tangga.

Kenaikan harga komoditas tersebut dipicu berbagai faktor seperti kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dan peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) terutama pertamax di tengah meningkatnya permintaan pada bulan Ramadhan.

Sementara itu, komoditas pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau cenderung mengalami penurunan harga seiring terjaganya stok komoditas tersebut di pasaran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar