Pemkot Sibolga Belum Terima Pemberitahuan Resmi Perubahan Pembangunan Gedung Pasar Nauli

KBRN, Sibolga: Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan mengaku belum menerima pemberitahuan secara resmi dari Kementerian Perdagangan mengenai adanya adendum (perubahan isi atau kontrak perjanjian) terkait pembangunan gedung Pasar Nauli Sibolga.

“Belum ada surat (pemberitahuan) apa pun diberikan (Kemendag) kepada kita (Pemkot Sibolga). Jadi, kita belum bisa memeriksa sebenarnya. Kita hanya meninjau, karena belum diserahterimakan (dari Kemendag) lagi. Belum kita punya (bangunan Pasar Nauli) lagi,” ujar Jamaluddin saat meninjau progres pembangunan Pasar Nauli, Senin (9/5/2022).

Jamaluddin mengatakan, hal terkait perubahan ini baru diketahuinya setelah menerima informasi dari pihak kontraktor yakni PT. Tureloto Battu Indah (TBI) di lokasi proyek pembangunan Pasar Nauli.

“Tadi sudah dijelaskan oleh perwakilan kontraktor, besaran anggaran (pembangunan gedung baru Pasar Nauli) nya sudah diplot. Tapi, mungkin karena penenderannya molor, tentu ada terjadi inflasi harga barang. Sehingga, ada pengurangan volume bangunan oleh Kementerian,” ungkapnya.

“Harusnya, kan, tahun 2019 sudah harus mulai pengerjaan. Tapi, baru dimulai tahun 2021. Jadi, untuk penyesuaian harga (material) maka terjadi adendum. Sehingga, jalan, pagar, dan lantai tiga yang harusnya ada atap tidak jadi dibangun,” tambahnya.

Diketahui, pembangunan gedung baru Pasar Nauli Sibolga dengan anggaran mencapai Rp61,8 Miliar dari pemerintah pusat itu sudah memasuki tahap penyelesaian hingga 98 persen. Dan, proses pengerjaannya akan berakhir tanggal 17 Mei 2022.

Pada gedung pasar yang dibangun tiga lantai itu terdapat sebanyak 514 kios, dan berikut pelataran yang nantinya akan ditempati para pedagang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar