Ikan Asin Khas Sibolga

KBRN, Sibolga: Kota Sibolga adalah salah satu kota di Provinsi Sumatera Utara. Letaknya di Pantai Barat Pulau Sumatera, membujur sepanjang pantai dari Utara ke Selatan. Dan, berada pada kawasan Teluk Tapian Nauli, yang jaraknya sekitar 350 km dari Kota Medan.

Selain berjuluk Negeri Berbilang Kaum, Sibolga juga dikenal sebagai Kota Ikan. Itu sebabnya banyak panganan berbahan dasar ikan bisa ditemukan di daerah berpenduduk mayoritas nelayan ini. Salah satu yang terkenal yakni ikan asin.

Ikan asin adalah makanan awetan yang diolah dengan cara penggaraman dan pengeringan. Di Sibolga, cukup banyak masyarakat melakukan pengolahan ikan asin khususnya di wilayah pesisir pantai.

Kalau bicara soal rasa, ikan asin olahan masyarakat Sibolga dipastikan enak dan tanpa kandungan formalin.

Seperti penuturan salah seorang pedagang ikan asin di Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, bernama Bestian Melayu, ikan asin asal Sibolga banyak diminati masyarakat dari luar daerah.

“Ikan asin ini diolah di daerah Pasar Belakang ini. Menurut keterangan dari konsumen, palanggan kita, rasanya ikan asin Sibolga lebih gurih. Terus, pengolahannya masih tradisional, hanya pakai campuran garam tanpa bahan pengawet,” ujarnya.

Banyak jenis ikan yang diolah menjadi ikan asin. Namun, ikan Talang-talang memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding jenis ikan lain.

“Paling khas di sini ikan Talang bumbu. Cara pengolannya berbeda dan lebih lama dibanding ikan lain. Butuh proses fermentasi terlebih dahulu untuk dijadikan ikan asin,” sebut Bestian.

Meski ikan asin Sibolga telah menembus pasar yang cukup luas, tetapi situasi pandemi Covid-19 telah mempengaruhi omzet pedagang ikan asin sejak beberapa tahun terakhir.

“Kalau masa pandemi kurang lebih dua tahun ini penjualan sangat drastis turun sampai 70 persen, karena sebahagian besar pembeli ikan asin ini dari luar daerah. Karena ada kebijakan PPKM dari pemerintah otomatis banyak pelancong yang gak bisa masuk ke Sibolga,” keluh Bestian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00