5 Oktober, BI Sibolga Gelar Webinar Toba Joujou Festival

KBRN, Sibolga: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga akan menggelar webinar bertajuk Toba Joujou Festival pada tanggal 5 Oktober 2021, pukul 08.30 Wib, untuk menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi UMKM.

Kepala KPw BI Sibolga, Aswin Kosotali menjelaskan, webinar Toba Joujou Festival ini mengusung tema hilirisasi produk kerajinan fashion tenun ulos untuk mendukung pariwisata, ekspor, dan pemberdayaan perempuan.

Toba Joujou Festival sejalan dengan misi program Karya Kreatif Indonesia (KKI), yang dilaksanakan Kantor Pusat Bank Indonesia untuk meningkatkan kapasitas dan akses pasar UMKM.

Dan, sebagai bentuk dukungan BI pada Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Gerakan Nasional Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (Gernas BWI).

Krenanya, kata Aswin, Toba Joujou Festival diharapkan dapat mendukung kebijakan pemerintah mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19 melalui program pengembangan UMKM, mendorong percepatan pemulihan pariwisata, dan percepatan implementasi transaksi nontunai.

“Pengembangan UMKM unggulan difokuskan pada komoditas orientasi ekspor dan pendukung pariwisata, seperti kain, kerajinan, kopi dan makanan minuman olahan,” terang Aswin dalam keterangan tertulis, Senin (4/10/2021).

Aswin mengatakan, produk kreatif berbasis kain tradisional merupakan kekayaan budaya daerah dan melekat dengan pemberdayaan perempuan.

Serta, berpotensi pada peningkatan nilai tambah tinggi, berpotensi ekspor dengan value dan keunikan produk yang mengandung nilai budaya, unsur heritage yang dibuat secara hand-made.

Untuk itu, BI telah menyusun strategi nasional pengembangan UMKM yang menekankan pada 3 pilar kebijakan yakni korporatisasi, kapasitas dan pembiayaan.

“Selain itu, BI juga menyusun strategi nasional ekonomi dan keuangan inklusif (SNEKI) melalui 3 pilar kebijakan, yaitu pemberdayaan ekonomi, perluasan dan akses literasi, kemudian harmonisasi kebijakan,” sebut Aswin.

Stranas Pengembangan UMKM dan SNEKI diharapkan dapat mengarahkan perekonomian nasional menjadi lebih inklusif dengan melibatkan kelompok subsistence (masyarakat berpenghasilan rendah, masyarakat lintas kelompok, kelompok rentan), dan UMKM untuk lebih berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi produktif.

Intinya, gelaran ini untuk menyosialisasikan dan mempublikasikan kepada masyarakat mengenai peran BI dalam pengembangan UMKM.

Serta memperluas akses pasar domestik maupun ekspor dengan mengenalkan produk UMKM berbasis kain tradisional dan kerajinan kepada calon pembeli (marketplace), yaitu masyarakat umum dan pihak yang terhubung dengan pasar ekspor.

“Karena BI sebagai katalisator bagi pelaku usaha industri kreatif dalam meningkatkan kualitas produk sesuai tren pasar sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah melalui ekstensifikasi produk kain menjadi pakaian jadi bernilai jual tinggi,” jelasnya.

Melalui Toba Joujou Festival ini, BI berkeinginan mendorong bangkitnya aktivitas perekonomian nasional melalui akselerasi transformasi digital UMKM.

Mengembangkan geliat pariwisata dan UMKM, serta transaksi nontunai melalui kolaborasi dengan UMKM kreatif, pariwisata dan implementasi QRIS, dan TP2DD yang berkontribusi bagi perekonomian.

“Kemudian, mengangkat awareness masyarakat terhadap potensi pariwisata dan UMKM di Indonesia, serta bersama-sama mendukung GBBI dan GBWI,” ungkap Aswin.

Untuk menyukseskan kegiatan ini, BI menghadirkan narasumber yakni Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, Ketua Dekranas Sumut, Nawal Lubis Edy Rahmayadi, Kepala KPw BI Sumut, Soekowardojo, Anggota DPR RI Komisi XI, Sihar Sitorus, Desainer Nasional, Wignyo Rahadi.

Webinar Toba Joujou Festival juga menyediakan hadiah menarik bagi yang mengikuti, di antaranya top up uang digital bagi 100 orang yang memviralkan kegiatan ini di instagram dengam syarat tag @bank_indonesia, @bank_indonesia_sibolga, dan juga 5 teman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00