Pertumbuhan Ekonomi Sibolga Alami Kontraksi -1,36 Persen Masa Pandemi Covid

KBRN, Sibolga: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pertubuhan ekonomi Kota Sibolga mengalami kontraksi (kondisi penurunan siklus ekonomi yang dalam) sebesar minus (-) 1,36 persen pada tahun 2020.

Kepala BPS Sibolga, Zulfan mengatakan, kondisi ini dipengaruhi sektor perdagangan mengalami kontraksi -0,9 persen, perikanan -0,3 persen, konstruksi -6,4 persen, transportasi dan pergudangan -5,58 persen, dan administrasi pemerintahan -0,24.

Namun, kata Zulfan, kontraksi ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19 ini tidak berdampak pada sektor telekomunikasi, listrik, dan air.

“Kalau kita (BPS) lihat pertubuhan ekonomi Kota Sibolga mulai Tahun 2016 sampai Tahun 2019 mengalami kenaikan rata-rata di atas 5 persen. Namun, pada Tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Kota Sibolga terkontraksi sebesar minus 1,36 persen,” ungkap Zulfan, di kantornya, Senin (26/7/2020).

Zulfan menambahkan, kontraksi ekonomi tidak saja dialami Sibolga. Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Mandailing Natal, dan Kota Padang Sidempuan.

“Bukan saja di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara juga terjadi kontraksi sebesar 1,07 persen. Dan, untuk Pantai Barat ada tiga daerah lain yang juga mengalami kontraksi,” sebutnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00