Ekspor Tersendat, Eksportir Ikan Sibolga-Tapteng Fokus ke Pasar Lokal

KBRN, Sibolga : Aktivitas ekspor ikan laut dari Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) dimasa pandemi covid-19 cukup tersendat, mengingat sejumlah negara penerima di Asean melakukan pembatasan-pembatasan, tidak saja dalam hal keseharian, tetapi juga melakukan pembatasan dalam hal ekspor/impor.

Tetapi hal itu dinilai bukan menjadi kendala besar dalam soal pemasaran ikan. Hal tersebut dikatakan  Sardono, pemerhati ekonomi yang juga pelaku usaha perikanan, saat disambangi di salah satu tempat pendaratan ikan swasta di Pondok Batu Sarudik, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Jumat (23/7/2021).

Menurut Sardono, dimasa pandemi ini, produksi perikanan seharusnya lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan tidak bergantung kepada keperluan ekspor.

"Lebih elok kalau hasil tangkapan ikan nelayan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perikanan daerah atau di dalam negeri," kata Sardono.

Bergantung kepada pasar ekspor dimasa pandemi ini kata Sardono, berpotensi membuat pedagang ikan merugi dan kehilangan pekerjaan.

“Kita tahu, Malaysia atau Singapura yang selama ini menjadi tujuan ekspor daerah ini, kini sedang lockdown, lalu apa kita harus menganggur karena itu ? ya sudah arahkan saja ikan – ikan itu ke pasar lokal, ini akan lebih memberi keuntungan dan kita dapat terus bekerja,” pungkasnya.

Karenanya Sardono berharap pelaku usaha ekspor ikan di Sibolga – Tapteng saat ini, untuk lebih mengarahkan penjualan ikan basah ke pasaran lokal.

Sementara Rudianto, pengepul ikan basah asal Padangsidimpuan, saat ditemui rri.co.id di pasar ikan Mina jalan Ahmad Dahlan Sibolga mengaku, masa pandemi covid-19 ini tidak terlalu berpengaruh pada aktivitas jual beli ikan antar daerah.

“Tidak berpengaruhlah, pengaruhnya, kadang kita kekurangan jumlah ikan yang akan kita jual nantinya di daerah kita (Padangsidimpuan dan Tapsel). Kalau ikan yang kita bawa sedikit, kita rugi di ongkos angkut,” kata Rudi.

Namun Rudi mengaku setuju, agar pelaku usaha ekspor ikan untuk beralih menjadi penjual ikan di pasaran lokal selama pandemi covid -19 ini.

“Kan lebih baiknya bekerja daripada menganggur,” kata Rudianto.   

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00