Omset Pedagang Keripik Sambal Khas Sibolga Minim Sejak Pandemi

Sempat merangkak naik, penjualan keripik sambal khas Sibolga kembali merosot setelah beberapapa hari Pemeberlakuan Pemmbatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“ Beberapa bulan terakhir sempat mulai normal penjualan, setelah ada pembatasan itu (PPKM-red) menurun lagi, terasa kali menurunnya,” ujar Reni Salah seorang pedagan Sambal keripik  khas Sibolga kepada rri.co.id di Jalan SM.Raja Rabu (14/7/2021).

Reni mengatakan, dimasa pandemi omset penjualannya berkurang hingga 50 persen dan hal itu kata Reni disebabkan berkurangnya daya beli konsumen.

“Sudah jarang orang beli bang, mungkin karena tidak ada uang di masa pandemi ini, ditambah lagi pembatasan kegiatan itu di daerah kita ini,” gumamnya.

Disinggung terkait biaya untuk gaji karyawannya, Reni mengaku kesulitan namun dirinya tidak berencana untuk mengurangi pekerja.

“Gak lah bang kasihan orang ini sudah lama bekerja disini, ya paling tidak gaji mereka kadang terlambatlah karena untung kita sering minus” tuturnya seraya melayangkan pandangannya kepada 2 orang perempuan paruh baya  yang sedang memasak keripik.  

Selanjutanya dirinya berharap pandemi segera berakhir agar kondisi ekonomi di daerah itu kembali normal dan omset dagangannya juga kembali meningkat.   

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00