Belajar Tatap Muka Tak Jua Pasti, Pedagang Seragam Sekolah Merugi

KBRN, Sibolga : Hingga menatap dimulainya tahun ajaran baru, penyebaran covid – 19 masih belum juga usai.

Dampak dari penyebaran covid- 19 yang masih berkepanjangan ini, telah menyasar sejumlah sendi perekonomian, tidak saja untuk skala besar, namun juga menyasar ekonomi mikro.

Kondisi itu setidaknya dirasakan pedagang pakaian seragam sekolah di Sibolga. Pedagang pakaian seragam sekolah di pasar relokasi stadion Horas Sibolga maupun di pasar – pasar tradisional yang ada di daerah ini mengeluhkan minimnya penjualan pakaian seragam sekolah dan bahkan merrugi menjelang tahun ajaran baru.

Setidaknya hal itu dirasakan Sukardi, seorang pedagang pakaian seragam sekolah di Pasar Inpres Aek Habil Sibolga.

Kepada rri.co.id Sukardi menuturkan, hingga awal bulan juli ini, belum sepotong pakaiam seragam sekolahpun yang berhasil di jualnya.

“Belum ada (seragam) yang laku, biasanya setelah terima rapor penaikan kelas, penjualan sragam sekolah akan meningkat, tapi untuk saat ini belum ada,” keluhnya, Kamis (1/7/2021) di Pasar Inpres Aek Habil Sibolga.

Menurut Sukardi, sepinya penjualan pakaian seragam sekolah tahun ini tidak lepas dari belum jelasnya proses tatap muka dampak dari penyebaran covid – 19.

“Siapalah yang mau beli seragam kalau tetap belajar tetap dari rumah secara online,” ujarnya

Di tempat terpisah, Zubaidah, pedagang pakaian seragam sekolah di pasar relokasi stadion Horas Sibolga juga mengakui sepinya pembeli pakaian seragam sekolah.

Namun agaknya Zubaidah sedikit lebih mujur diibanding Sukardi, sebab sampai memasuki bulan Juli ini, Zubaidah telah berhasil menjual dua pasang pakaian seragam sekolah dasar.

“Memang ada laku pakaian (seragam) SD, tapi itupun hanya dua pasang. Ini sangat jauh kalau dibanding sebelum ada covid ini. Paling tidaknya kita mampu menjual 15 sampai 20 pasang pakaian seragam untuk anak sekolah sebelum ada covid-covid ini,” ujar Zubaidah.

Selain berharap penyebaran covid – 19 segera berlalu, Sukardi maupun Zubaidah juga berharap pelaksanaan belajar tatap muka dapat dilaksanakan, namun dengan regulasi yang baik dan tidak memicu terjadinya klaster penyebaran covid – 19, guna membanyu peningkatan omset pedagang pakaian seragam sekolah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00