Petani Resah, Harga Cabe Merah Sejak Lebaran Terus Melemah

KBRN, Sibolga : Harga cabe merah di wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) serta kota Sibolga berangsur turun sejak momen Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah. Harga bumbu dapur tersebut saat ini dipasaran hanya berada di kisaran harga Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram, sementara sebelumnya di bandrol direntang harga Rp 35.000 hingga Rp 40.000 perkilogram.

Para petani mengaku resah turut terdampak lemahnya harga cabe, lantaran harus mengeluarkan biaya produksi yang tidak seimbang, ditambah kondisi musim penghujan saat ini yang mengakibatkan turunnya hasil produksi.

“Sekarang masih tetap bertahan juga lah bertanam cabe, walau hasil tidak seimbang. Mudah-mudahan harga bisa lekas normal,” ujar Rudi petani cabe warga kecamatan Kolang, Rabu (23/6/2021).

Menurut Rudi, setidaknya harga cabe merah di pasaran berada dikisaran harga Rp 30.00 per kilogram agar mampu menopang kehidupan para petani.

Ditempat terpisah, Adnyan petani cabe warga kecamatan Sibabangun Tapteng, berharap pemerintah berkenan mengontrol harga bumbu utama dapur itu karena kerap berfluktuasi.

“Semacam aturan agar penjualan harga cabai tidak sangat anjlok. Kami petani juga bisa terus bertani cabe, atau pemerintah maulah berkenan menampung cabe kami tapi dengan harga yang normal,” harap Adnyan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00