Musim Kemarau, Debit Air PDAM Sibolga Turun 70 Persen

KBRN, Sibolga: Perusaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Nauli Sibolga mengalami defisit air baku, yang diakibatkan musim kemarau sejak beberapa pekan terakhir.

Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Tirta Nauli Sibolga, Suganda mengatakan, volume air yang dikelola PDAM Sibolga menurun hingga 70 persen dari 310 liter per detik saat kondisi normal.

“Bayangkan aja, hanya 30 persen saat ini kita (PDAM Tirta Nauli Sibolga) bisa kelola untuk didistribusikan ke warga,” ujar Suganda di kantornya, Jum’at (19/2/2021).

Air baku atau air permukaan yang dikelola PDAM Tirta Nauli Sibolga bersumber dari 4 (empat) lokasi, yaitu sungai Sarudik dan Mela di Kabupaten Tapanuli Tengah, serta sungai Aek Hopong dan Aek Parombunan di Sibolga.

Dari keempat sumber tersebut, kata Suganda, hanya sungai Mela yang saat ini belum mengalami penurunan debit air secara drastis.

“Kayaknya saat ini sudah mulai ada penurunan (debit air sungai Desa Mela), mudah-mudahan masih bisa menyuplai kebutuhan warga. Tapi, itupun khusus menyuplai warga di Kecamatan Sibolga Utara,” sebut Suganda.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, kata Suganda, PDAM Tirta Nauli Sibolga melayani pendistribusian air bersih menggunakan mobil tanki. Khususnya di wilayah yang terkendala pendistribusian melalui jaringan pipa.

“Kita layani kalau ada permintaan air bersih. Cuma, dengan catatan, tidak dilayani dor to dor (rumah ke rumah), harus sekaligus satu lingkungan,” terangnya.

Namun jika kemarau berkepanjangan, menurut Suganda, hal ini memungkinkan PDAM Tirta Nauli Sibolga akan menerapkan pelayanan air bersih dengan sistim gilir.

Dengan asumsi, pelanggan per Kecamatan hanya mendapatkan pelayanan sebanyak dua kali delapan jam untuk setiap harinya.

“Bisa jadi seperti dahulu (peristiwa kemarau panjang Tahun 2006 lalu). Tapi, harapan kita itu tidak terjadi,” imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00