Hasil Panen Petani di Tapteng Cukup Memuaskan

KBRN, Tapteng:   Hasil panen petani sawah dikabupaten  Tapanuli Tengah (Tapteng) pada musim tanam ini  cukup memuaskan karena meningkat dari musim tanam lalu, dikecamatan Sorkam misalnya hasil panen petani  rata rata sebanyak 5-5,6 ton/hektar  hasil panen itu meningkat dari musim tanam lalu yang hanya 4-5 ton/hektar.

"hasil panen petani dikecamatan Sorkam cukup memuaskan sebab setelah kita melakukan pengubinan terhadap hasil panen petani ternyata meningkat jika dibandingkan dengan musim tanam lalu,  musim tanam lalu hanya  rata rata sebanyak 4-5 ton/hektar sedangkan pada musim tanam ini mencapai 5-5,6 ton/hektar" ujar Penyuluh Pertanian Kecamatan  (PPK) Sorkam Epharaim Silaban kepada RRI senin (14/9/2020).

"petani berhasil meningkatkan produksi panen karena petani bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta Pengamat Hama dan Penyakit (PHP) mampu mengendalikan serangan hama terutama hama ulat penggerek batang dengan melaksanakan penyemprotan disejumlah hamparan persawahan dikecamatan Sorkam" sebut Epharaim. 

Epharaim Silaban menambahkan pada musim tanam ini kegiatan pertanaman padi dikecamatan Sorkam dinilai sudah maksimal sebab dari 846 hektar luas lahan persawahan dikecamatan itu hanya 4 hektar yang tidak ditanami tanaman padi yakni didesa bottot karena lahannya kebanjiran. 

"untuk musim tanam ini kegiatan pertanaman padi dikecamatan Sorkam sudah maksimal demikian juga kita harapkan pada musim tanam mendatang" sebut Epharaim. 

Musim tanam kedua tahun ini akan dimulai akhir bulan September, dari seluas 846 hektar lahan persawahan dikecamatan Sorkam  535 hektar diantaranya akan menggunakan benih padi unggul bantuan pemerintah guna meningkatkan hasil produksi panen.

"pada musim tanam kedua tahun ini  yang akan dimulai akhir bulan September petani akan menggunakan benih padi unggul bantuan pemerintah, dan selain mendapat bantuan benih padi unggul sejumlah Kelompok Tani dikecamatan Sorkam juga mendapat bantuan  Pupuk NPK, Herbisida dan Pupuk Cair Organik" kata Epharaim. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00