Klaster Pilkada di Sibolga, Gugus Tugas Covid Enggan Beri Penjelasan

KBRN, Sibolga : Koordinator Hubungan Masyarakat (Humas) Gugus Tugas Kota Sibolga, Binner Lumban Gaol enggan memberikan penjelasan terkait penaganan klaster Pilkada di Sibolga.

Kepada RRI, Binner mengaku berat memberikan jawaban ada tidaknya dilakukan tracking (pelacakan) maupun tracing (penelusuran), pasca diketahui seluruh bakal calon Kepala Daerah terkonfirmasi Covid-19.

“Kalau masalah itu, mereka sedang perawatan. Masalah prosedur selanjutnya, kita tunggulah petunjuk dari KPU. Makanya berat menjawabnya,” ujar Binner di halam Kantor Wali Kota Sibolga, baru-baru ini.

Dan menurut pengakuan Binner, Gugus Tugas Sibolga belum menerima surat keterangan hasil tes Covid masing-masing bakal calon dari pihak rumah sakit tempat dilakukan pemeriksaan. “Belum, belum ada secara resmi,” sebutnya.

Menjelang Pilkada serentak Tahun 2020, tercatat sebanyak 37 bakal calon Kepala Daerah ternyata terkonfirmasi positif Covid saat mendaftar ke KPU.

Hal ini juga menjadi kekhawatiran Presiden Joko Widodo dengan munculnya klaster Pilkada, selain klaster perkantoran dan klaster keluarga.

Karenanya, Presiden telah menginstruksikan Menteri Dalam Negeri untuk menindak tegas para bakal calon Kepala Daerah yang abai pada protokol kesehatan.

Di antaranya, pengerahan dan pengumpulan massa secara berlebihan dalam bentuk kegiatan sosialisasi diri bakal calon.

Penegasan itu disampaikan Kepala Negara, Senin (7/9), saat membuka rapat kabinet paripurna di Istana Negara.

Menindaklanjuti instruksi Presiden, Kementrian Dalam Negeri juga telah menyiapkan sejumlah sanksi bagi bakal calon Kepala Daerah, yang melaggar aturan Pilkada di masa Pandemi Covid.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00