Belum Mampu Berikan Bantuan HP, Guru Diimbau Kreatif Mengajari Siswa

KBRN, Sibolga : Guru dituntut kreatif mengajar siswa, meskipun tidak ada izin melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga, Masnot kepada RRI, terkait keputusan Gugus Tugas Sibolga yang belum menerapkan proses belajar tatap muka.

Menurutnya, Guru dapat melakukan kegiatan mengajar di ruang terbuka dengan tetap mematahi protokol kesehatan Covid-19.

Sehingga siswa yang tidak memiliki gadget (perangkat elektronik kecil), tetap bisa mengikuti materi pembelajaran di luar sistem Daring (dalam jaringan).

Seperti yang saat ini dianjurkan Pemerintah, guna mencegah penularan virus corona pada anak di lingkungan sekolah.

“Kreatif maksudnya, bisa mungkin di suatu lingkungan dikumpulkan sekitar lima orang siswa. Kemudian, ada tersedia tempat belajar untuk didatangi Guru, yang penting tidak melanggar protokol kesehatan,” ujar Masnot di kantornya, baru-baru ini.

Diketahui, pemberlakuan metode belajar siswa melalui Daring oleh Kementerian Pendidikan, telah menuai banyak kritikan masyarakat khususnya kalangan ekonomi lemah.

Karena selain harus mengadakan smartphone (telepon pintar), orantua siswa juga merasa terbebani dengan biaya pembelian paket internet.

Dan Pemerintah Kota Sibolga sendiri, mengaku belum mampu memberikan bantuan pembelian smartphone kepada siswa dari keluarga kurang mampu.

“Kemarin sudah dicoba supaya disetujui, tapi belum berhasil di DPRD. Kalau dipakai dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), belum ada Juknis (petunjuk teknis) nya untuk pembelian handphone,” sebut Masnot.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00