Bhakti TNI Wujudkan Mimpi Penduduk Sorga

Oleh | Muafdan Jega

Siantar Ca, Huta Tombak, dan Huta Baringin merupakan desa terpencil, yang tercatat menjadi bagian dari kecamatan Sosor Gadong, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Kalau ingin ke desa terpencil di Sosor Gadong ini, kita harus menempuh jarak sekitar 62 kilometer dari Pandan, pusat pemerintah Tapanuli Tengah, jika menggunakan kenderaan bermotor.

Secara geografis, letak ketiga desa ini terpisah oleh punggungan bukit, jurang, belantara dan semak belukar, yang rawan dilintasi kenderaan bermotor.

Kehidupan masyarakat di tiga desa ini juga seakan terisolasi atau terisolir dari suasana hiruk pikuk keramaian orang, serta arus lalulintas kenderaan.

"Dibalik bukit, ada jalan dua desa punya nasib sama seperti kami, Huta Tombak dan Huta Baringin," kata Arisman Tarihoran, kepala desa Siantar Ca.

Bila melihat potret ekonomi masyarakat desa ini, mayoritas mata pencaharian mereka secara turun temurun selalu bergantung pada hasil pertanian dan perkebunan rakyat.

Beberapa produksi pertanian holtikultura (sayuran) dan buah-buahan dihasilkan, seperti cabai, bayam, petai, kacang panjang, pepaya, pisang, manggis, nangka, mangga, durian, dan alpukat.

Selain pertanian, juga hasil perkebunan berupa tanaman kelapa sawit, karet, cengkeh, kelapa, kakao, lada, kemiri, lada dan pinang.

Hasil bumi masyarakat ini biasanya diangkut dengan cara yang tak begitu mudah dan butuh perjuangan, karena medan ingin dilalui tergolong cukup sulit.

Jalan sempit yang berlumpur di kaki bukit dan menyeberangi aliran sungai merupakan akses kerap dilalui, untuk mengangkut hasil bumi masyarakat, dengan cara memundak atau memikul.

Bahkan, jarak tempuh yang dilintasi oleh masyarakat saat mengangkut hasil bumi setiap hari, bisa mencapai berkilo-kilo meter. Letih memang, tapi hal itu biasa dilakukan masyarakat.

"Jika ingin dipasarkan, hasil bumi dipikul puluhan kilometer sampai ke kecamatan Pasaribu Tobing, tetangga Sosorgadong," lanjut Arisman.

Tujuan ingin menafkahi keluarga dengan harapan memperoleh pundi-pundi rupiah yang tak seberapa, adalah alasan bagi masyarakat untuk memilih bertahan.

Ironisnya, saat memasarkan hasil bumi, masyarakat diharuskan mengeluarkan rupiah untuk biaya moda transportasi, yang juga harus berkeliling jauh, agar tiba di pusat pasar tradisional.

Kondisi ini merupakan gambaran kecil dari sisi kehidupan masyarakat tiga desa di Sosor Gadong, akibat keterbatasan infrastruktur jalan.

Puluhan tahun masyarakat dambakan pembangunan akses transportasi untuk kelancaran perjalanan mereka, saat ingin pergi ke kebun maupun ke ladang.

"Ini desa kami. Jika melihat saudara saja dari tempat kami bermukim sangat sulit," kata Erianto Pasaribu, warga Siantar Ca.

"Kami seperti terisolasi. Berdampak kali pada peningkatan ekonomi kami, apalagi bertani itu pekerjaan kami," ungkapnya.

Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga menginginkan bangunan jembatan di daerah mereka, untuk mempermudah akses transportasi.

Jalan dan jembatan dianggap penting oleh masyarakat, karena diyakini mampu merubah siklus ekonomi yang kini mulai terpuruk, ditambah lagi dengan kondisi pandemi covid 19, yang masih mewabah hari ini.

Keinginan masyarakat atas bangunan jalan maupun jembatan, sebelumnya juga pernah dikeluhkan, namun tak kunjung direalisasikan.

Masyarakat hanya dapat berdoa dan sekedar mampu menikmati hidup yang seadanya, meskipun jauh dari jangkauan dunia luar.

Berulang kali didambakan, keluhan dari masyarakat akhirnya terjawab, dengan kehadiran Kodim 0211/TT, membawa program TMMD reguler ke-108 di bumi Sosor Gadong.

TMMD adalah singkatan TNI Manunggal Membangun Desa, yang merupakan satu wujud operasi bhakti TNI, lewat program terpadu lintas sektoral.

Pelaksanaan TMMD dilakukan secara terintegrasi oleh komponen bangsa, guna meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah tertinggal, terisolasi, perbatasan, kumuh perkotaan serta terdampak bencana.

Di akhir Juni 2020 lalu, prajurit TNI dari satuan Kodim 0211/TT telah memulai pelaksanaan pembangunan fisik dan non fisik di beberapa titik sasaran.

Diantaranya, pembukaan akses jalan baru sepanjang 1.850 meter dengan lebar 8 meter, yang dapat menghubungkan tiga desa di Sosor Gadong.

Kemudian, satgas TNI juga memperbaiki jalan sepanjang 3.700 meter dan lebar 8 meter, sehingga total akses jalan dibuka dan diperbaiki mencapai 5.550 meter.

"Alat excavator dan bulldozer dikerahkan. Satgas TMMD dan masyarakat terobos bukit dan hutan belantara," sebut Letkol Inf Dadang Alex, Dansatgas TMMD.

Melalui sikap humanis, satgas TNI juga menggandeng masyarakat, sehingga pembangunan jalan baru dan perbaikan jalan lama dapat terwujud.

"Sekuat tenaga, satgas TMMD melepas gelar melekat. Alat perang ditanggalkan, hanya senjata cangkul dan alat tukang," ucap Dadang, juga Dandim 0211/TT.

Tidak hanya akses jalan, satgas TNI juga menyasar bangunan fisik lain yakni jembatan, drainase, dan rumah ibadah.

Tujuh unit jembatan pun dibangun dan diperbaiki satgas TNI, dengan pakai alat berat maupun secara manual.

"Jembatan 7 unit, panjangnya bervariasi. Semuanya kita laksanakan dengan baik dan lancar," tutur Dadang.

Selain jembatan, TNI juga membangun drainase (parit) jalan, serta merenovasi masjid Taqwa dan GKPI di Aek Rogas.

Tak cukup disitu saja, satgas TNI juga sempatkan waktu untuk melaksanakan program non fisik, guna meningkatkan kesadaran masyarakat, serta membantu tugas Polri dan Pemerintah Daerah.

Seperti kegiatan sosialisasi bahaya narkoba dan upaya pencegahan wabah covid 19, untuk selalu diwaspadai oleh masyarakat desa di Sosor Gadong.

Dadang juga mengapresiasi tugas dari prajurit TNI yang sebulan, telah mampu menuntaskan program TMMD secara maksimal dan optimal, baik itu sasaran fisik maupun non fisik.

"Kalau sasaran fisik 100 persen. Begitu dengan sasaran non fisik juga sudah 100 persen, berupa sosialisasi narkoba, kesehatan, kehutanan, cegah covid 19, semprot disinfektan, dan bagi-bagi masker," jelas Dadang.

Program TMMD dijalankan oleh Kodim 0211/TT kata Dadang, sebagai abdi TNI pada rakyat di pelosok negeri, yang bermula dari rekomendasi atau usulan camat Sosor Gadong.

Dadang juga menitipkan pesan kepada pemerintah daerah, agar karya bhakti TNI dilanjutkan, untuk merajut asa masyarakat desa di Sosor Gadong.

"TMMD bertujuan membantu pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat, semoga apa yang sudah kami lakukan bisa bermanfaat," imbuh Dadang.

Ketua Tim Wasev Mabesad TNI, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan saat meninjau lokasi TMMD juga mengapresiasi sikap kemanunggalan TNI - rakyat maupun pemerintah daerah di Sosor Gadong.

"Hasil kerja sudah bagus. Sasaran fisik dibangun melalui TMMD ini, semoga bermanfaat meningkatkan ekonomi masyarakat," kata Brigjen Asep.

Lagi, apresiasi mendalam dilontarkan oleh Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani, atas pembangunan fisik dan non fisik, dari program TMMD ke-108 Kodim 0211/TT.

Terutama pembukaan jalan baru dan perbaikan jalan lama, sehingga dapat memperlancar akses transportasi antar desa di wilayah Sosorgadong.

"Akses transportasi menjadi lancar, baik hendak ke ladang, maupun melangsir hasil bumi ke pasar, tentu meningkatkan ekonomi masyarakat," ujar Bakhtiar.

Menurut Bakhtiar, program TMMD Kodim 0211/TT ini, telah memberikan hak bagi masyarakat beberapa desa, tentang arti sebuah kemerdekaan.

"Diatas sana, ada tiga desa tak pernah lihat mobil masuk ke desanya. Ribuan warga, hak asasinya harus dipenuhi dan itu kewajiban pemerintah," bebernya.

Program TMMD di bumi Sosor Gadong atau Sorga (istilah masyarakat) telah berakhir, dengan meninggalkan senyum indah di raut wajah masyarakat desa.

Wujud nyata abdi TNI, kementerian dan lembaga negara lain, telah mempercepat pembangunan sesuai dengan aspirasi masyarakat.

Meskipun TMMD sudah berakhir, namun kebersamaan dan kemanunggalan TNI-rakyat harus tetap dipertahankan.

Semangat bekerja dan membangun sebagai realisasi semangat gotong royong merupakan warisan bangsa.

Semoga hasil program TMMD ini dapat dipelihara dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan masyarakat desa.

Mampu mengembangkan potensi desa dan menjadi agen pembangunan dalam menyebarkan energi positif dilingkungan maupun kemajuan desa. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00