Kawasan Mangrove Pulo Pane Cocok Untuk Objek Pariwisata Alam

KBRN, Tapteng : Kawasan Mangrove atau hutan bakau yang ada di pesisir pantai Barat Kabupaten Tapanuli Tengah yakni di Pulo Pane Kecamatan Sosorgadong sangat memiliki potensi untuk dikembangkan,  ditata dengan tepat dan diberdayakan menjadi objek Pariwisata Konservasi alam yang menarik, edukasi sekaligus ajang swafoto, menikmati hutan mangrove sambil jalan kaki atau menaiki perahu tentunya sangatlah menyegarkan mata. 

Alfi Syahrin Siregar seorang tokoh masyarakat kecamatan Sosorgadong kepada RRI Selasa 7/7-2020 mengatakan, hutan bakau atau mangrove terlihat tumbuh subur di Pulo Pane seperti disekitar jembatan sungai Hantu, Jembatan Pulo Pane, di pantai pulo Pane serta disepanjang jalan antara Pulo Pane menuju jembatan Muara Sibulu. 

" agaknya kawasan ini sangat cocok dikembangkan, dilestarikan serta ditata dengan baik menjadi sebuah destinasi Pariwisata Alam,  jika kawasan mangrove ini dipoles dijaga dengan baik, pasti akan menarik minat kunjungan wisatawan ke daerah ini sekaligus bisa menambah income bagi roda perekonomian masyarakat dari sektor Pariwisata " sebutnya. 

Hutan mangrove atau dikenal dengan sebutan hutan bakau berfungsi dan bermanfaat untuk menahan gelombang air laut yang masuk kedaratan,  dengan keberadaan hutan bakau maka abrasi atau pengikisan tanah pinggir pantai dapat dikurangi,  hutan bakau biasanya terdapat didaerah pinggir garis pantai dan tumbuh diatas rawa yang memiliki air payau yakni air tawar bercampur dengan air laut.  kata Alfi Syahrin Siregar. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00