Kisruh Pembagian Bantuan Covid-19, Warga Geruduk Kantor Desa Mela II

KBRN, Tapteng : Puluhan warga menggeruduk kantor Kepala Desa Mela II Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, Sabtu pagi (23/5/2020). Puluhan warga ini menyampaikan protes atas pembagian bantuan dampak Covid-19 yang dinilai tidak adil.      

"Kalau tidak famili kepala Desa mana dapat kita itu," seru seorang warga disambut riuh warga lainnyalainnya.     

Tudingan yang sama dilayangkan, Roslina Boru Sipahutar, salah seorang janda yang mengaku tidak mendapatkan bantuan apapun selama bantuan sosial penanganan dampak Covid-19 di gelontorkan.      

"Aku yang Mabalu (janda) nya aku pak. Menompang-nompangnya aku tinggal pak. Maksudnya ada yang lebih dari aku tapi dapat nya mereka, kenapa aku tidak di data," ujar Roslina saat ditanya.    

Disamping itu, warga lainnya juga mengutarakan keluhan pemotongan uang tunai yang tidak sesuai dengan yang tertera dan ditandatangani warga penerima.  

"Saya dapat tiga ratus, tapi saya tandatangani enam ratus ribu. Tapi saya kan dapat," ucap salah seorang pria paruh baya sembari duduk di sepeda motor yang ia tunggangi namun enggan menyebut namanya.       

Mengenai dugaan pemotongan uang tunai tersebut, Kepala Desa Mela II Jhonny Simanjuntak mengaku tidak mengetahui hal itu dan tampak enggan berkomentar jauh.        

"Yang meneken satu bukan dua-dua menekan. Itulah Nyatanya dilapangkan saya tidak tau (dugaan pemotongan bantuan uang tunai) makanya pagi ini saya baru tau," kata Jhonny Simanjuntak singkat.       

​​​​​Sementara mengenai tudingan, pemberian bantuan pembagian bantuan dampak Covid-19 yang dinilai tidak adil, Jhonny Simanjuntak menyatakan akan berupaya memperbaiki data warga penerima untuk bantuan pada bulan berikutnya, sehingga penduduk yang layak menerima dapat terakomodir.        

"Masalah BLT ini orang itu sudah sempat mendapat, di pembagian bulan ke dua nanti bapak ibu lah yang mendapat, yang mampu-mampu nanti akan saya hentikan diganti bapak ibu. Itulah solusi yang bisa saya berikan. Mau diadukan pun aku, mau di pancung pun aku siap, itulah solusi yang bisa saya berikan kepada bapak ibu," ujar Jhonny dihadapan warga.   

Jawaban itu akhirnya disambut baik warga yang mengaku menerima keputusan yang disampaikan Kepala Desa Mela II tersebut, namun dengan harapan dapat direalisasikan.    

"Anggo tibu banking didok ho songoni, bang pola ribut songonon (bila lekas kamu sampaikan tadi seperti itu tidak perlu ribut seperti ini)," ujar Roslina Boru Sidabutar dengan bahasa daerah Batak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00