Kemensos Kukuhkan Desa Simatohir dan Rimba Soping Psp Sebagai Kampung Siaga Bencana

KBRN, P. Sidimpuan : Desa Simatohir dan desa Rimba Soping Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan (PSP), Senin, (8/8/2022) dikukuhkan sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB) oleh Kementerian Sosial.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PKSBA) Kementerian Sosial, Iyan Kusmadiana pada pengukuhan itu mengatakan, pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB), untuk mengantisipasi potensi bencana.

Untuk mendukung penanganan bencana alam tersebut, kata iyan, Menteri Sosial Tri Rismaharini menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kemensos untuk mendirikan lumbung sosial di titik-titik rawan bencana berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan para pemangku kepentingan.

Disebutkan, dari data dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (Dit PKSBA), hingga Desember 2021, tercatat 854 KSB yang tersebar di 34 Provinsi sudah dibentuk.

“Kehadiran KSB juga dimaksudkan untuk memetakan sumber daya alam, Sumber Daya Manusia (SDM), dan infrastruktur yang dapat digunakan sebagai pendukung saat situasi terjadi bencana alam,” jelasnya.

Dikatakannya, dengan topografi sebagian wilayahnya perbukitan, Kota Padangsidimpuan menyimpan potensi bencana alam seperti longsor yang harus diwaspadai dan perlu ada kesiapsiagaan dari masyarakat akan ancaman bencana tanah longsor.

Sementara Wakil Walikota Padangsidimpuan Arwin Siregar mengatakan pembentukan KSB merupakan salah satu model pendekatan penaggulangan bencana berbasis masyarakat untuk merubah pola pikir dan pola tindak masyarakat dalam penanggulangan bencana.

“Perubahan paradigma penanggulangan bencana yang biasanya hanya berorientasi pada penanggulangan kedaruratan bencana perlu dirubah menjadi berorientasi pada mitigasi dan kesiapan,” ujar Arwin.

Pengukuhan Desa Simatohir dan Rimba Soping sebagai Kampung Siaga Bencana diwarnai dengan kegiatan Sosialisasi, pelatihan dan simulasi kampung siaga bencana yang diikuti 250 orang peserta dari dua desa itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar