Orangnya Masih Hidup, Tapi Dinyatakan Meninggal dan Lengkap Dengan Surat Kematian

KBRN, Palas : Borgo Tambunan (38), warga Desa Sibodak Papaso Kecamatan Sosa Timur Padang Lawas (Palas), melalui pengacara Pasaribu And Patners, Selasa (18/1/2022), mendatangi Polres Palas dan membuat laporan.

Laporan yang dibuat itu didasari keluarnya surat kematian atas nama Borgo Tambunan pada tanggal 7 maret 2013 oleh kepala desa saat itu.

Borgo Tambunan menjelaskan, terkuaknya kasus tersebut saat dirinya hendak melakukan vaksin dosis II di Sibodak Papaso awal Januari lalu, namun petugas vaksin yang melakukan pengecekan data saat itu, tidak menemukan data Borgo Tambunan.

Mengaku heran dengan datanya yang tidak lagi ada, Borgo Tambunan-pun mendatangi Kantor Disdukcapil di Sibuhuan untuk mendapatkan kepastian.

“Begitu dicek, saya (Borgo Tambunan) dinyatakan telah meninggal. Dan kini saya menjadi terkendala dalam mengurus administrasi. Termasuk mau mengurus KK untuk melengkapi administrasi anak-anak yang sekolahh, karena saya sudah dinyatakan meninggal,” tukas Borgo Tambunan.

Sementara M Syafii Pasaribu SH, pengacara yang menangani kasus itu mengatakan, kasus dugaan pemalsuan dokumen ini, melaporkan Supriyono (42), warga Desa Sibodak Papaso Kecamatan Sosa Timur, bekerja di PT German Kecamatan Lubuk Barumun, yang merupakan suami Borgo Tambunan.

“Sudah resmi dilapor dalam LP/B/18/I/2022/SPKT/Palas/SU. Diduga kuat ada mufakat jahat antara Supriyono (terlapor), selaku suami dengan kepala desa dan Disdukcapil hingga keluarnya akte kematian tersebut,” tegasnya.

Kemudian disebutkannya, hak kewarganegaraan Borgo Tambunan telah terampas sejak terbitnya akte kematian itu, dan menurutnya, kuat dugaan, Supriyono bersikeras mengurus akte kematian mantan istrinya ini untuk dapat menikah lagi.

“Dan 2016, Supriyono menikah lagi dengan perempuan berinisial ND. Dari pernikahan keduanya sudah dikarunia Dua anak,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar