Pemko Sibolga Gelar Rakor Terkait Hilangnya Kapal Nelayan KM Mila I

KBRN, Sibolga : Peristiwa hilangnya kapal nelayan KM Mila I sekitar 22-23 Desember 2021 lalu mendapat atensi dari Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan stakeholder terkait.

Dipimpin Sekertaris Daerah M. Yusuf Batubara mewakili Walikota Sibolga H. Jamaluddin Pohan, Pemko setempat menekankan kepada pemilik kapal untuk selalu berkoordinasi dengan Basarnas dan Pol Air.

Basarnas dan Sat Pol Air juga diminta tetap melakukan pencarian kapal KM. Mila I beserta korban yang hilang. Sekaligus kepada jajaran Pemko Sibolga juga ditekankan segera mengambil langkah-langkah guna membantu keluarga korban.

"Kepada Dinas Sosial, dan Dinas Perikanan, Ketahanan Pangan dan Pertanian, untuk melakukan pendataan identitas korban. Serta berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait santunan sosial dan asuransi nelayan," tegas Sekda M. Yusuf Batubara pada rapat di Aula Nusantara II kantor Walikota Sibolga Rabu (12/1/2022).

Sebelumnya diberitakan kapal nelayan bernama lambung KM. Mila I berlayar di perairan Sumatera Barat, dari arah Padang menuju Sibolga. Diperkirakan kapal yang berisi 1 Orang Tekong, dan 4 Anak Buah Kapal (ABK) warga Kota Sibolga tersebut hilang kontak pada 22-23 Desember 2021.

Pemilik kapal dikabarkan telah melaporkan kejadian hilangnya KM. Mila I ini kepada Basarnas Sibolga dan Sat Pol Air Sibolga. Selanjutnya Kasat Pol Air Polres Sibolga, Iptu Kasdi juga menyampaikan telah berkoordinasi kepada Sat Pol Air Nias dan Sat Pol Air Madina, untuk membantu pencarian. Dikarenakan diperkirakan hilangnya KM. Mila I di kawasan Pulau Pinie Nias Selatan. Berjarak sekitar 1 hingga 2 mil, dari wilayah Sumatera Barat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias Agus Wibisono menyampaikan, telah berkordinasi dengan Basarnas Padang, guna membantu pencarian. Namun hingga saat ini, KM. Mila I belum juga ditemukan.  

"Masa operasi pencairan telah dilakukan selama 7 hari sejak telah diterimanya laporan. Selanjutnya akan di evaluasi dalam pencarian kembali kapal, dan korban yang hilang tersebut," ujar M. Agus Wibisono.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar