Wakil Bupati Mandailing Natal Buka FGD Penyusunan Rencana Induk SPBE

KBRN, Madina : Bertempat di Aula Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Induk Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (02/12/2021).

Acara Pembukaan FGD Penyusunan Rencana Induk SPBE Kabupaten Mandailing Natal ini juga diikuti secara langsung oleh Vice President Digital Solution, PT. Gamatechno Indonesia Yogyakarta, Nugroho Setio Wibowo, ST., M.Kom., via zoom meeting.

Diawal sambutannya, Atika Azmi memantau dalam acara FGD tersebut, banyak Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak hadir dan diwakilkan oleh Stafnya, padahal forum diskusi tersebut menurut Atika sangat perlu difokuskan untuk penyusunan rencana induk SPBE Kabupaten Mandailing Natal lima tahun ke depan.

"Mohon kepada Bapak Asisten III Setdakab, untuk menghimbau kepada seluruh Kepala OPD agar bisa hadir untuk forum selanjutnya, karena penyusunan rencana induk SPBE ini sangat kita butuhkan, untuk pemerintahan yang transparan," ujar Atika Azmi diawal sambutannya.

Wakil Bupati Mandailing Natal juga berharap dengan adanya acara tersebut, membawa dampak yang baik bagi sistem administrasi dan tata kelola pemerintahan daerah serta optimal dalam pelayanan publik.

“Dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan diperkuat dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 59 Tahun 2020 Tentang Pemantauan dan Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, maka penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan publik memerlukan good governance yang akan menjamin transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.” sambung Atika Azmi dihadapan peserta FGD tersebut. 

"Apapun ceritanya nanti, pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi akan terus mendorong daerah dalam pengimplementasian sistem pemerintahan berbasis elektornik. Kunci digitalisasi adalah efektivitas dan juga transparansi. Ini juga sesuai dengan visi misi kita dalam memimpin di Kabupaten Mandailing Natal yakni meningkatkan tata kelola pemerintahan yang transparan," sambungnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar