DPRD Beri Waktu Tujuh Hari Atasi Kelangkaan Pupuk di Tapsel

KBRN, Tapsel : Sejumlah petani di Tapanuli Selatan (Tapsel) berharap, pihak Polres Tapsel turun tangan terkait langkanya pupuk bersubsidi di Tapsel.

"Harus polisi yang turun tangan biar beres persoalan (pupuk) ini. Sudah sangat menderita kami petani ini akibat langkanya pupuk bersubsidi. Kalau gini terus terusan, sampai kapan kami bertahan?" ujar Muhammad (42), petani di Desa Sipangko Kecamatan Angkola Muaratais Tapsel, Rabu (24/11/2021).

Kelangkaan pupuk kata Muhammad, telah menyebabkan padi yang baru ditanam menguning akibat kekurangan pupuk. Kemudian dia juga mensinyalir, kelangkaan pupuk yang terjadi saat ini tidak lepas dari peran pra spekulan.

"Ini permainan orang itu aja, biar kami beli pupuk non subsidi yang lebih mahal. Makanya polisi maunya turun tangan. Tangkapi semua yang mempersulit kami petani ini," ujarnya.

Ditempat terpisah, Ketua Komisi B, DPRD Tapsel Andes Mar Siregar menyatakan, DPRD Tapsel memberi waktu sepekan (7 hari) kepada pihak distributor, Dinas Pertanian dan Penyuluh Lapangan untuk menyelesaikan persoalan kelangkaan pupuk di Tapsel, guna memenuhi kebutuhan petani.

"Dalam Rapat Dengar Pendapat di DPRD kemarin, (23/11/2021), kita sudah mendengar keterangan semua pihak dari berbagai segi permasalahan termasuk yang diutarakan dinas dan distributor. Intinya kita minta sepekan ini harus tuntas itu, jangan lagi ada keluhan petani terkait pupuk. Kebutuhan dasar petani itu harus tuntas dulu," kata Andes Mar Siregar.

Sementara Perwakilan PT Pertani, Hari Sutanto mengakui masih ada sisa alokasi pupuk urea subsidi tahun 2021 masih ada sebanyak 959 ton lebih lagi atau 38,93 persen untuk siap sedia didistribusikan ke petani melalui pengecer (kios)..

"Belum semua tersalurkan, masih ada sisa kuota 38,9 persen di gudang distributor PT.Pertani belum tersalurkan kepada kelompok tani melalui pengecer di Tapsel," ucap Hari Sutanto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar