Omset Pelaku Usaha Kerupuk Ikan di Kota Sibolga Minus

KBRN, Sibolga Sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah di Kota Sibolga hingga saat ini masih kewalahan memenuhi target penjualan.

Setidaknya hal itu disampaikan Asrina Tuti salah seorang pelaku UMKM saat berbincang bersama rri.co.id terkait omset penjualan dagangannya di masa pandemi Senin

Asrina Tuti yang merupakan ketua kelompok UMKM di Kelurahan Pancuran Pinang, binaan dinas perikanan ketahanan pangan dan pertanian kota Sibolga itu mengatakan, sejak pandemi covid-19 omset penjualannya minus, akibat daya beli masyarakat yang menurun.

“Tidak laku lagi bang, kami sudah berusaha juga untuk menitipkan jualan kami ke kedai-kedai tapi tidak laku juga, jarang orang membeli,” ucapnya.

Asrina yang menggeluti usaha pembuatan kerupuk berbahan dasar ikan itu juga mengatakan ketersediaan bahan dasar dan harga ikan yang mahal, juga menjadi salah satu kendala yang dihadapinya saat ini.

“Saat ini kan musim badai, susah mencari ikan dipasar, adapun harganya mahal, karena jenis ikan yang kita olah itu harus ikan yang berdaging putih seperti ikan teter dan tenggiri, itu makanya kami tidak dapat terus membuat kerupuk ikan itu,” tuturnya.

Selanjutnya Asrina juga mengaku, beberapa bulan terakhir dirinya tidak lagi memproduksi kerupuk berbahan dasar ikan dan beralih ke produk jenis kerupuk yang tidak berbahan ikan  sebab proses pembuatannya kata Asrina lebih praktis dan ekonomis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00