Imigrasi Sibolga Kebut Pembentukan UKK di Mandailing Natal

KBRN, Sibolga: Pembentukan Unit Kerja Kantor Imigrasi Sibolga (UKK) di Kabupaten Mandailing Natal terus dikebut. Hal ini terlihat saat Kepala Kantor Imigrasi Sibolga Saroha Manullang berkunjung ke Kantor Bupati Mandailing Natal, Juma'at (17/9/2021), yang disambut oleh Wakil Bupati Atika Azmi Utammi di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan tersebut Saroha memperkenalkan diri dan merasa bangga dapat bertemu dengan Wakil Bupati pemegang 2 rekor MURI.

"Ini merupakan pertemuan pertama sejak Wakil Bupati dilantik bulan Juli 2021 yang lalu. Saya sangat terkesan dan berharap agar kolaborasi yang harmonis antara Imigrasi Sibolga dan Pemkab Mandailing Natal dapat terus terjalin," ujar Saroha.

Tidak lupa Saroha menjelaskan kepada Atika tentang sejauh mana progress yang telah berjalan dan langkah ke depan terkait pembentukan UKK di Mandailing Natal.

Dijadwalkan, minggu depan akan dilaksanakan rapat secara virtual antara Pemkab Mandailing Natal dengan Direktorat Jenderal Imigrasi, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, dan Kantor Imigrasi Sibolga dengan agenda pembahasan tentang Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Jika pembahasan PKS selesai, selanjutnya tinggal menentukan jadwal penandatanganan PKS, konfigurasi jaringan/kesisteman dan setelah itu tinggal diresmikan.

Saroha menuturkan bahwa pembentukan UKK di Mandailing Natal telah memasuki tahap akhir dan diyakini dapat beroperasi tahun ini sebagai bukti nyata negara hadir di tengah masyarakat.

"Kondisi pandemi tidak menyurutkan semangat untuk mengabdi dan berkarya memberikan pelayanan terbaik khususnya kepada masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal," ungkapnya.

Sementara itu, Atika menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin dengan Imigrasi Sibolga.

Dengan hadirnya UKK, tidak hanya masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal saja yang akan merasakan manfaatnya. Masyarakat di Kabupaten tetangga seperti Padang Lawas dan Padang Lawas Utara juga akan merasakan manfaatnya.

"Bukan tidak mungkin seluruh masyarakat di Tabagsel nantinya akan mengurus paspor di UKK Mandailing Natal," imbuhnya.

Atika juga menyampaikan pengalaman pribadi saat mengurus paspor beberapa tahun silam di Kantor Imigrasi Sibolga. Ia menuturkan harus berangkat subuh karena memikirkan jarak tempuh yang sangat jauh, ditambah lagi saat itu belum ada aplikasi antrian online seperti sekarang ini.

"Saya menghabiskan waktu seharian dan tentunya merugikan baik dari segi waktu maupun biaya", katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00