Kritikal Untuk Peningkatan Energi BaruTerbarukan

KBRN, Semarang : Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati menyatakan, Isu kritikal dalam peningkatan Energi Baru Terbarukan (EBT), yakni teknologi yang diperlukan untuk mengelola Sumber Daya Energi di Indonesia yang melimpah untuk diproses menjadi energi yang ramah lingkungan. Selain itu, kata Nicke juga menyangkut pendanaan yang saat ini sudah tersedia green funding dalam rangka pengembangan EBT.

“ Yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana membuat program yang bisa menyeimbangkan hal-hal tersebut, agar target pemerintah untuk net-zero emissions di tahun 2060 tercapai, Tuturnyamelalui Press Release yang diterima RRI Jumat, (21/01/2022).

 "Ini tugas kita bersama untuk merumuskannya. Karena selain inovasi, kolaborasi dengan negara-negara maju yang mereka sendiri mengalokasikan sebagian dana untuk pengembangan renewable energy dan mendorong transisi energi di negara berkembang, ini pun harus kita bahas," ucap Nicke.

 Sementara itu, Deputy Chair Task Force Energy, Sustainability & Climate Agung Wicaksono berharap kegiatan stakeholder consultation ini dapat memperkaya input Policy Recommendation dari pelaku usaha/lembaga sektor energi & industry.

 "Diharapkan isu-isu prioritas yang dibawa oleh Task Force Force Energy, Sustainability, & Climate B20 telah mewakili aspirasi dari pelaku usaha/lembaga sektor energi & industry di Indonesia. Kami berharap hasil diskusi ini dapat memberikan rekomendasi yang konkrit, representative, dan actionable yang dapat secara langsung diadopsi oleh pelaku usaha di negara G20," tutur Agung.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar