PCTAI Gelar Diskusi Tentang Pancasila

KBRN, Semarang : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI) Jawa Tengah (Jateng) mengadakan seminar nasional kebangsaan. Seminar diikuti sekitar 300 anggota secara daring dan luring dalam rangkaian kegiatan Hari Kesaktian Pancasila di Joglo Prambanan, Jln Prambanan I Kav 202, Kalipancur Semarang.

Narasumber pertama merupakan Analis Kebijakan Biro Dalpers SSDM Polri Kombes Pol Langgeng Purnomo. Dalam paparannya, Langgeng mengatakan, memahami Pancasila harus dengan rasa dan tidak hanya berdasarkan pengetahuan. Pengetahuan hanya 30 persen, dan 70 persen dengan rasa. 

“Apa yang dilakukan oleh orang Indonesia ini adalah wujud dari kebaikan aktualisasi nilai – nilai dari Pancasila,” tandasnya, Minggu (10/10/2021).

Ia mengemukakan, ada lima tahapan dalam mengaktualisasikan Pancasila. Pertama, yakin dan percaya konsepsus tentang Pancasila serta kedua melaksanakannya.

"Level tiga yaitu mengajak, namun kalau sampai melakukan pelanggaran itu menjadi level nol, sehingga membiasakan berbuat kebaikan sesuai karakter bangsa sampai kelevel empat yaitu rool model, menjadi panutan sehingga selanjutnya menuju kelevel lima berdampak positif sesuai status sosialnya,” jelasnya.

Mantan Kapolres Grobogan ini menegaskan, jika kelima tahapan itu dilakukan semua nantinya akan menjadi budaya dari Sabang sampai Merauke. Selain itu juga menjadi jatidiri bangsa Indonesia dimata dunia. 

“Ini semua untuk bisa menghadapi yaitu Indonesia emas di tahun 2045 dan harus disiapkan dari sekarang ini merupakan sebuah ide gagasan untuk menjadi kajian,” ucapnya.

Sementara itu, Dir Perencanaan dan Kerjasama dan Pendidikan BPIP RI Sadono Sri Harjo menuturkan Ideologi pancasila merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara terencana, sistematis dan berkelanjutan untuk diterapkan dikehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Ini semua tentu saja diperlukan upaya strategis yang memerlukan gotong royong dari seluruh komponen bangsa. secara historis kita sama – sama memperhatikan bagaimana pembinaan ideologi pancasila ini dari massa ke massa, terutama dipasca reformasi di tahun 1998 diskusi pembicaraan pancasila diruang publik seakan – akan bisa diberhentikan,” ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00