Warga Wadas Tuntut Ganjar Batalkan Penambangan Batuan Andesit

KBRN, Semarang : Warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menuntut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membatalkan rencana pertambangan batuan andesit untuk Pembangunan Bendungan Bener dan Wonosobo.

Perwakilan Aliansi Julian Dwi Prasetya Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (GEMPADEWA) mengatakan, akan terus menolak apabila tetap mencantumkan Desa Wadas sebagai objek pertambangan batuan andesit.

Bahkan hingga kini, warga Wadas meminta untuk menghentikan segala bentuk proses pengadaan tanah untuk pertambangan.

“Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 539/29 Tahun 2020 Tentang Perpanjangan Atas Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah pada 5 Juni 2020, yang memiliki jangka waktu satu tahun pemberlakuan, artinya sejak tanggal 5 Juni 2021, segala aktifitas proses pengadaan tanah di Desa Wadas harus dihentikan,” jelas Julian di Kota Semarang, Senin (21/6/2021).

Ia mengungkapkan, warga Wadas sudah menolak rencana pertambangan batuan andesit sebagai bahan material Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener, Purworejo, Jawa Tengah.

Penolakan dilakukan sebelum terbitnya Surat Keputusan Izin Penetapan Lokasi Nomor 509/41 Tahun 2018 pada tanggal 7 Juni 2018 tentang Persetujuan Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Wonosobo, yang berlaku hingga dua tahun.

“Dengan mencantumkan Desa Wadas dalam terbitnya Izin Penetapan Lokasi tersebut menunjukkan bukti kesewenang-wenangan pemerintah dan tidak mengedepankan aspirasi masyarakat Desa Wadas untuk menentukan nasibnya sendiri,” keluhnya.

Berikut tuntutan warga Wadas kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo :

1. Mendesak Gubernur Jawa Tengah untuk menerima segala tuntutan Warga Wadas;

2. Mendesak Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mengehentikan segala bentuk perampasan tanah di Desa Wadas;

3. Mendesak Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk tidak memfasilitasi aktifitas tambang dan perusakan alam di Desa Wadas dengan dalih kepentingan umum;

4. Menuntut Presiden Joko Widodo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Aparat Penegak Hukum untuk menegakkan prinsip-prinsip kemanusiaan dan hak asasi manusia;

5. Menuntut Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Pemerintahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menerapkan prinsip-prinsip pemerintahan yang mengkedepankan kepentingan rakyat, transparan, dan tidak diskriminatif terhadap Warga Wadas;

6. Menyerukan kepada publik bahwa sikap Warga Wadas konsisten menolak segala rencana pertambangan batuan andesit di Desa Wadas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00