Beda Tanggal Idul Adha Tak Perlu Dirisaukan

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Dr. KH. Tafsir M. Ag

KBRN, Semarang : Muhammadiyah telah menetapkan Idul Idha tahun ini jatuh pada hari Sabtu, 9 Juli. Meski berbeda dengan pemerintah yang menetapkan Hari Raya Kurban tanggal 10 Juli, tetapi secara syariat tetap sama. Yakni Idul Adha selalu jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr KH Tafsir M.Ag,  Jumat (1/7/2022) yang ditemui rri.co.id usai mengisi kotbah Sholat  Jumat di Masjid Mambaul Khair, Semarang.

Tafsir menyatakan, perbedaan ini tidak perlu membuat umat Islam resah. Sebab, ini hanyalah perbedaan cara memahami, bukan perbedaan secara syariat. Maka, ia mempersilakan masyarakat untuk memilih mana yang mudah untuk diikuti. Tidak ada yang benar dan salah dalam hal ini.

"Dalam mengamalkan agama, jika ada beda penafsiran seperti ini, silakan mengikuti sepanjang yang dipahami. Salah sekalipun, oleh Nabi Muhammad SAW tetap dijamin pahalanya,” jelasnya.

Ia mempersilakan jika ada umat Islam yang ingin mengikuti yang paling mudah, yaitu keputusan pemerintah. Namun, ia menambahkan, permasalahan agama tidak hanya di tangan pemerintah , tapi juga para ulama dan fuqaha. Bagi siapapun yang ingin mengikuti ulama tertentu, maka hal itu sah-sah saja. Ia juga meyakini masyarakat sudah dewasa dalam memahami perbedaan.

Tafsir juga menjelaskan, perbedaan ini disebabkan belum adanya kesepakatan untuk menetapkan kapan tanggal 1 Dzulhijjah. Dalam hitungan Nadhlatul Ulama (NU) yang juga diikuti oleh pemerintah, tanggal 1 dapat ditentukan apabila bulan sudah dapat dilihat dengan ketinggian minimal 3 derajat. Sementara Muhammadiyah menggunakan dasar wujudul hilal, yakni ketika bulan sudah muncul di atas ufuk berapapun derajatnya, dalam pandangan Muhammadiyah berarti sudah masuk tanggal 1.

“Jadi pada Sabtu 9 Juli besok, posisi bulan sudah lebih dari 2 derajat, sehingga menurut kami sudah masuk tanggal 1. Sementara dalam hitungan NU karena ketinggian bulan belum ada 3 derajat dan belum dapat dilihat , maka belum dapat disebut tanggal 1 , itu saja perbedaannya,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar