Inovasi Gula Aren Cetak Menjadi Gula Semut, Berikan Nilai Tambah Ekonomi

Oleh Prima Astuti Handayani dan Tim

Aren (arengapiñata) merupakan tanaman yang tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Pohon aren tumbuh di daerah dataran tinggi seperti Dukuh Sukir Desa Pakis, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. 

Tim dosen dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang yang terdiri atas Prima Astuti Handayani, Rusiyanto, dan Feddy Setio Pribadi mengangkat potensi Aren di Dukuh Sukir, Desa Pakis, Kabupaten Kendal. 

Potensi aren yang ada di Desa Pakis merupakan keunggulan komparatif dan dapat melahirkan keunggulan kompetitif bagi daerah tersebut, sehingga peluang ekspor semakin terbuka. Saat ini hasil dari pohon aren berupa nira, diolah masyarakat Desa Pakis menjadi gula aren cetak. Perubahan bentuk gula aren cetak menjadi gula aren semut mempunyai peningkatan nilai ekonomi yang siginifikan. 

Inovasi gula aren cetak menjadi gula semut yang dilakukan dari Tim Unnes untuk meningkatkan nilai jual produk gula aren melalui peningkatan kualitas proses produksi dengan pendanaan dari Kemendikbudristek melalui skema Program Kemitraan Masyarakat tahun 2021. 

Dalam menjalankan kegiatan pengabdian ini tim dibantu mahasiswa Unnes, yaitu Melinia Rahmahani Putri dan Ririn Andriyani. 

Tim Unnes menggarap kelompok perajin gula aren sebagai mitra yaitu Muya Arenga. 

Mitra ini diketuai oleh Ibu Muyaroah, memiliki pohon aren yang cukup banyak di Kampung Dukuh Sukir, Desa Pakis tersebut, sehingga gula aren yang dihasilkan setiap harinya dapat mencapai 10 kg/hari gula aren cetak. 

Muya Arenga mempertahankan kualitas gulanya dengan tidak menambahkan bahan tambahan apapun kedalam campuran gula aren cetak, sehingga dapat dikatakan gula aren organik murni. 

Gula aren cetak setiap harinya diambil oleh para pedagang dengan harga Rp 20 ribu/kg. Perajin Muya Arenga mempunyai potensi untuk dikembangkan produk gula arennya dengan meningkatkan kualitas dan jenis produk dari gula arennya. 

Produk gula aren cetak dapat diubah menjadi gula semut, di mana gula aren akan mempunyai peningkatan nilai ekonomi menjadi 4 kalinya. Untuk perbaikan produk mitra, tim fokus pada peningkatan kualitas produk gula aren dengan mendesain dan membuat alat kristalisasi gula semut yang dilengkapi dengan pengaduk otomatis berkapasitas 10 kg gula. 

Oven yang terdiri atas 10 deck untuk mengeringkan gula semut padasuhu 60°C selama 6 jam, sampai kadar air dibawah 3 persen.  Size reduction dan ayakan 18 mesh juga disiapkan, sehingga produk gula aren semut memenuhi standar SNI. 

Tim juga mendesain kemasan produk gula aren semut dan merek dagang dengan nama"MUYA ARENGA", sebagai upaya untuk memiliki brand image dipasaran yang sejenis dan juga dikalangan konsumen. Produk gula semut Muya Arenga ada 3 jenis produk yaitu gula aren semut, Gula Aren Jahe semut dan Gula Aren Jahe Sereh semut. 

Produk gula semut Muya Arenga telah dilakukan analisis laboratorium antara lain kandungan sukrosa 81,78 persen, gula reduksi 5,78 persen, protein 2,77 persen, lemak 0,27 persen, karbohidrat 89,45 persen, energi358,64 kal/100g, dan bebas dari kandungan tembaga (Cu) sehingga aman dikonsumsi. 

Berdasarkan analisis laboratorium tersebut gula semut Muya Arenga telah memenuhi syarat SNI (SII 0268-85).

Harapan pengabdian yang dilakukan ini dapat memberikan impact yang signifikan, serta mitra sebagai pioneer bagi lingkungannya yang dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk, sekaligus menyejahterakan masyarakat tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar