Pasar Mitra Tani Solusi Berbelanja di Tengah Pandemi COVID-19

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Agus Wariyanto, SIP, MM
Sejumlah pedagang meramaikan Pasar Mitra Tani

KBRN, Semarang : Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah menggelar Pasar Mitra Tani. Upaya ini dilakukan untuk menjembatani penyerapan produk petani di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan ini diadakan tiga kali dalam seminggu, yakni Senin, Rabu dan Jumat, bertempat di halaman Dishanpan, Kompleks Taru Budaya, Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang, mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Meski disebut pasar, namun diterapkan protokol kesehatan ketat antara pedagang dan pembeli, seperti disampaikan Kepala Dishanpan Provinsi Jawa Tengah Ir. Agus Wariyanto, SIP, MM dalam program feature RRI Semarang.

Di Pasar Mitra Tani, harga-harga kebutuhan pokok relatif lebih murah dibandingkan di pasaran. Sebab produk dibeli langsung dari petani dan ada mekanisme subsidi transportasi dari Dishanpan Jateng.

Seorang konsumen Pasar Mitra Tani Yusron Afandi (42), mengaku terbantu dengan adanya pasar tersebut. Saat itu ia memborong beras, gula, minyak, ikan dan aneka jajanan seperti getuk-sentiling, lepet jagung dan nasi megana untuk keperluan keluarga.

“Lebih murah di sini, harganya miring, lagian aman karena protokol kesehatan dijaga,” ungkap warga Banyumanik itu.

Tidak kurang 50 pedagang yang terdiri dari pelaku UMKM pangan, petani, peternak dan mahasiswa perwakilan dari perguruan tinggi turut berpartisipasi mengisi lapak yang disediakan pihak penyelenggara. Mereka merasa senang di saat pandemi Covid-19 mendapatkan fasilitas tempat dan sarana untuk menjajakan dagangannya tanpa dipungut biaya (gratis).

Agus Wariyanto mengemukakan bahwa Pasar Mitra Tani  ini dilatar belakangi para petani yang kesulitan menjual hasil panennya karena adanya pembatasan-pembatasan khususnya mobilitas pada masa pandemi Covid-19 ini. Demikian pula konsumen, saat membutuhkan kebutuhan sehari-hari harus masuk pasar tradisional yang kadang-kadang protokol kesehatannya belum sempurna. Sehingga Dishanpan ditugasi untuk membuat Pasar Mitra Tani ini menerapkan protokol kesehatan.

“Ada satu solusi, petani yang berproduksi bisa menjual di Pasar Mitra Tani, kemudian konsumen bisa datang dan membeli tetapi dengan protokol kesehatan yakni mamakai masker, menjaga jarak dan tidak berkumpul terlalu lama,” jelasnya.

Perkembangan Pasar Mitra Tani cukup menjanjikan dengan omset minimal 10 juta hingga mencapai 50 juta rupiah. Jumlah pedagang dan pengunjung pun juga semakin banyak. Diharapkan kegiatan ini menjadi pusat bertemunya pedagang dan konsumen sekaligus pembelajaran bagaimana di era Covid-19 ini kita menerapkan protokol kesehatan. Kalau hasilnya bagus harapannya bisa direplikasikan di tingkat kabupaten/kota di Jawa Tengah. Dengan semangat kebersamaan, gotong royong dan jaga jarak kita akan mendapatkan barang yang kerkualitas untuk dikonsumsi. (sj)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00