Kultum Jelang Maghrib : Islam Agama yang Visioner

KBRN, Semarang : Islam adalah agama yang luas dan visioner maka hendaknya dipahami dengan pikiran yang luas dan visioner pula. Visioner adalah kemampuan untuk  melihat jauh ke depan. Islam mengajarkan bahwa manusia tidak hanya hidup di dunia saja, melainkan juga akan hidup di akhirat yang kekal. Islam menyeimbangkan dua hal ini, karena dalam Al-Qur’an diajarkan sebuah doa yang dikenal dengan doa sapu jagat, doa permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kebaikan hidup di dunia dan akhirat. Untuk itulah ada tata cara dan rumus yang harus dilakukan untuk mendapatkan dua kebaikan tersebut yakni menaati perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Demikian disampaikan Dr. Hj. Luluk Ahmad, M.Si. Pencerita Islam Jawa Tengah dalam program kultum menjelang maghrib RRI Semarang, Jum'at (3/7/2020).

“Allah memerintahkan suatu kewajiban tidak memberatkan hambaNya. Contoh, Allah  mewajibkan shalat 5 kali dalam sehari, misalkan masing-masing shalat menghabiskan waktu 5-10 menit, maka dalam sehari semalam kita hanya menggunakan waktu untuk shalat sebanyak 50 menit. Artinya masih ada 23 jam 10 menit yang tersisa untuk bekerja, tidur, belajar, bermain dan sebagainya. Apakah ini memberatkan atau mengganggu kegiatan?” ungkap Hj. Luluk Ahmad.

Allah melarang sesuatu pasti ada solusinya dengan menghalalkan sesuatu yang lain. Misalnya, Allah melarang minum minuman keras namun menghalalkan banyak minuman lainnya. Allah mengharamkan daging babi, di sisi lain daging lainnya seperti sapi, ayam dan sebagainya dihalalkan. Begitu pula sex yang merupakan kebutuhan biologis manusia dan Allah mengharamkan zina,  solusinya berupa perintah untuk menikah.

“Sesungguhnya agama itu mudah,” jelasnya merujuk hadits Rasulullah SAW.

Dalam hal ibadah pun selalu ada solusi. Ketika seseorang tidak mampu untuk melakukannya dengan sempurna, maka dapat dilakukan sesuai kemampuannya. Contoh, shalat yang seharusnya dilakukan dengan berdiri, namun ketika seseorang tidak mampu melakukannya dengan berdiri, boleh dengan duduk. Ketika duduk juga tidak mampu, maka diperbolehkan dengan berbaring. Dan ketika tubuh tidak bisa bergerak sama sekali, maka cukup dengan isyarah kedipan mata.

“Mari kita tingkatkan ibadah dengan ikhlas pada era tatanan kehidupan baru ini,” pungkasnya. (RR)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00