Polres Grobogan Gelar FGD, Bahas Penanganan PGOT

KBRN, Grobogan : Polres Grobogan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pencegahan dan penanggulangan masalah-masalah sosial di Rumah Kedelai Grobogan.

Hadir dan membuka acara tersebut, Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi SIK MSi, Kasi Opsdal Satpol PP Kabupaten Grobogan Sugijono SSos, dan Sudarsi Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kabupaten Grobogan. 

Kapolres Grobogan dalam sambutannya mengatakan, tugas penanganan pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) adalah tugas mulia dan perlu dilaksanakan dengan ikhlas sesuai prosedur yang berlaku.

“Melalui kegiatan ini, mari kita satukan pikiran, suara untuk mencari strategi terbaik dalam penanganan PGOT,” kata Benny Setyowadi.

Kapolres mengharapkan semoga kegiatan yang dihadiri oleh instansi terkait dan unsur lainnya ini dapat merumuskan pola tindak sesuai aturan yang berlaku sehingga dapat memanusiawikan serta mengembalikan para PGOT ke dalam masyarakat secara  secara baik dan benar.

Sementara itu, Sudarsi menyampaikan, selama tahun 2021 ini telah melaksanakan razia dengan menjaring 181 orang terdiri dari gelandangan 38 orang, pengemis 22 orang, anak jalanan 37 orang, PSK 60 orang dan psykotik 24 orang.

Kasat Binmas Polres Grobogan AKP Eko Bambang Nurcahyo menyampaikan, PGOT merupakan penyakit sosial dan penyakit masyarakat yang dinilai kerap dijumpai di jalan dan sudut kota, termasuk di kota Purwodadi. Permasalahan tersebut cukup pelik dan komplek, sehingga penanganannya menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Tugas penanganan PGOT adalah tugas yang mulia, mari kita laksanakan dengan ikhlas dan sesuai prosedur yang ada,” ucap Kasat Binmas.

“Dalam pelaksanaan kegiatan razia PGOT, harus dilakukan secara bersama antar lintas sektoral (Polri, Satpol PP dan Dinsos), Kemudian yang bersangkutan harus ditangani secara baik dan benar. Dengan pembinaan dan rehabilitasi oleh dinas terkait yang diberi tanggung jawab,” katanya.

Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu bersinergi dalam penanganan PGOT di Kabupaten Grobogan, sehingga tidak meresahkan masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar